RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Kejuaraan olahraga tradisional ketapel yang diikuti seluruh Korwilcam Bidang Pendidikan se Kabupaten Semarang.
Hal tersebut untuk memperkenalkan mensosialisasikan olahraga tradisional ketapel.
Ketua Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek) Kabupaten Semarang, Triyono mengatakan dalam kejuaraan tersebut terdapat tiga kategori yakni paper, multi target, dan tradisional. Masing-masing kategori menggunakan sistem nilai.
Baca Juga: Bejat! Kakek Pemilik Kos di Salatiga Tega Cabuli Bocah 12 Tahun, Ancam Korban Pakai Pisau
Baca Juga: Dua Kelompok Remaja di Kendal Terlibat Tawuran, Tiga Orang Diamankan
"Total ada 40 regu dan satu regunya ada tiga orang. Dan yang beregu ini berhak mengikuti perorangan dengan multi target dan paper," ungkapnya.
Kejuaraan tersebut mayoritas diikuti oleh para guru olahraga SD maupun SMP.
Diharapkan nantinya olahraga tradisional tersebut bisa dikenalkan oleh para pelajar SD dan SMP.
"Sementara itu sosialisasikan dulu tentang olahraga ini. Sehingga nanti kedepannya bisa dikenalkan lebih lanjut oleh para guru," katanya.
Forspek sendiri merupakan salah satu organisasi dibawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Semarang.
Kedepannya akan memprogramkan masing-masing kecamatan terdapat forum silaturahmi ketapel.
"Kemudian program kami akan mengadakan silaturahmi ataupun safari ketapel tingkat kecamatan. Jadi nanti sistemnya anjangsana," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kormi Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito menyebutkan Forspek bisa menjadi wadah untuk melestarikan ketapel sebagai olahraga tradisional.
Sehingga bisa menghindarkan dampak negatif teknologi pada anak-anak generasi saat ini.
"Agar mereka bisa kenal dengan olahraga tradisional ini dan bisa untuk mengisi waktu luang anak-anak, " terangnya.
Forspek akan bisa berjalan dibawah Kormi Kabupaten Semarang di tahun depan.
Sehingga kejuaraan-kejuaraan akan dipersiapkan di tahun yang akan mendatang.
"Kita baru bisa berjalan di tahun depan dan ini masih dalam tahap sosialisasi dari Kormi. Dengan anggaran yang akan kita terima tahun depan kita bisa melakukan pembibitan pada atlet-atlet ketapel," lanjutnya.
Menurutnya sudah banyak atlet-atlet ketapel yang sudah berprestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Maka dari itu Forspek Kabupaten Semarang harus bergerak cepat untuk melakukan pengembangan.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo menyebutkan pihaknya akan selalu mendukung penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan ketapel.
Tidak hanya itu pembinaan bibit unggul akan gencar dilakukan.
"Mudah-mudahan tidak hanya guru yang ikut mensosialisasikan adanya olahraga tradisional ini," katanya.
Dan kedepannya kejuaraan yang dilaksanakan melibatkan para pelajar mulai dari kelas 4 SD hingga SMP.
Supaya regenerasi atlet bisa cepat dilakukan dan membawa nama baik Kabupaten Semarang. (nun)
Editor : Agus AP