RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan total luasan lahan yang terbakar di lereng Gunung Merbabu mencapai 400 hektar.
Bahkan kebakaran sudah meliputi tiga wilayah yang masuk di area Gunung Merbabu.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko menyebutkan kebakaran tidak hanya di wilayah Kabupaten Semarang melainkan sudah masuk ke wilayah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang.
Baca Juga: Kebakaran Lereng Gunung Ungaran Diduga karena Ini
Sehingga pihaknya berharap ketiga wilayah tersebut bisa mengerahkan para relawannya semaksimal mungkin.
"Tentunya peran relawan dan Forkompimda wilayah masing-masing memiliki peranan penting untuk memadamkan api di Gunung Merbabu ini," ujarnya Sabtu (28/10).
Kesiapsiagaan juga perlu dilakukan dan ditingkatkan kembali.
Mengingat di Kabupaten Semarang sendiri terdapat beberapa warga dari Desa Tajuk yang dievakuasi.
"Jadi memang melakukan pemadaman di Gunung Merbabu ini termasuk berta. Karena topografi puncak gunung sulit untuk dilalui kendaraan dan harus berjalan kaki," terangnya.
Ditambah lagi medan yang curam dan terjal dan banyak semak belukar dan padang rumput yang kering.
Sehingga api mudah menyebar dengan cepat ditambah angin yang kencang.
"Angin yang berhembus tidak menentu dan itu menyulitkan para relawan untuk memadamkan api. Ketika pemadaman darat sudah dimaksimalkan, maka pemadaman udara juga harus segera dilakukan," ungkapnya.
Pihak juga sudah mengajukan bantuan dan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN).
Untuk merealisasikan proses pemadaman lewat jalur udara
Setyawan menyebutkan bahwa sampai saat ini total lahan yang sudah terbakar di Gunung Merbabu itu ada sekitar kurang lebihnya 400 hektare.
Bahkan sudah nyaris merembet ke arah puncak Gunung Merbabu.
Sementara itu, Kepala SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Chomsatun Rohmaningrum mengatakan api sudah hampir menuju ke puncak Gunung Merbabu.
Diduga angin yang berhembus kencang yang membuat api cepat menyebar.
"Penyebabnya kami duga memang dari angin yang berhembus kencang dan arahnya tidak menentu sehingga kebakaran ini merembet hingga nyaris ke arah puncak Gunung Merbabu," pungkasnya. (nun)
Editor : Agus AP