Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SMK Negeri 1 Tengaran Ciptakan Prototipe Mobil Listrik yang Ramah Lingkungan, Dijual Rp140 Jutaan

Nurfa'ik Nabhan • Senin, 23 Oktober 2023 | 01:22 WIB
Kepala SMK Negeri 1 Tengaran dan guru pendamping berfoto di prototipe mobil listrik karya unggulan
Kepala SMK Negeri 1 Tengaran dan guru pendamping berfoto di prototipe mobil listrik karya unggulan

UNGARAN, Radar Semarang - Kreasi dan inovasi dari potensi yang dilahirkan dari siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat beragam.

Para siswa dari berbagai jurusan pasti memiliki kekhasan masing-masing dan dapat menciptakan sebuah inovasi dari hasil pembelajaran. 

Hal tersebut juga dilakukan SMK Negeri 1 Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Baca Juga: SMK Negeri 1 Bawen Kembangkan Melon Premium Varietas Luna

Baca Juga: Kembangkan Varietas Melon Premium, SMK Negeri H Moenadi Ungaran Open Green House Untuk Masyarakat Umum

Baru-baru ini terdapat satu inovasi yang telah diciptakan oleh para murid dan guru pendamping di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Yakni berhasil membuat prototipe mobil listrik. 

Prototipe mobil listrik tersebut memiliki bentu seperti mobil merk Rubicon. Namun dengan atap terbuka seperti jeep dan dengan berwarna hitam doffe. 

Ketua Program Jurusan/Keahlian TKR SMKN 1 Tengaran, Luqman mengungkapkan prototipe mobil listrik tersebut hasil asli karya siswa yang didampingi oleh guru dan pihak industri.

Baik dari rangka hingga kontruksi dibuat oleh para siswa TKR.

"Jadi proyek ini merupakan proyek kolaboratif dari siswa dipandu oleh 12 guru pendamping dan industri pihak ketiga," ungkapnya. 

Namun salam proses pembuatan prototipe tersebut kendala yang paling utama yakni pada sistem kelistrikan.

Maka dari itu pihak sekolah berkolaborasi dengan tim khusus dari PT Estima. 

"Karena sistem kelistrikan di prototipe mobil listrik ini cukup rumit dan berbeda dengan sistem kelistrikan pada kendaraan konvensional," bebernya. 

Pihaknya memang sengaja membentuk mobil listrik tersebut seperti mobil jeep dengan atap terbuka.

Karena para siswa dan guru pendamping ingin menambahkan kesan futuristik pada model mobil. 

"Karena kami sengaja agar bisa disesuaikan dengan kontur jalan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang. Dan ini kami buat agar nanti kedepannya bisa menjadi kendaraan operasional," katanya. 

Pengoperasian kendaraan prototipe mobil listrik ini menggunakan sistem matic dengan baterai liquid. Dan akan dilakukan penambahan secara bertahap untuk pengembangan. 

Saat test drive, kendaraan mobil listrik tersebut terasa nyaman dan enak untuk menempuh jarak 10-12 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40-60 kilometer per jam.

Bahkan saat berjalan di kontur jalanan yang tidak beraspal masih nyaman untuk dipakai. 

"Untuk kontur jalan aspal, mobil ini bisa menempuh kecepatan 100 kilometer per jam. Tetapi masih ada beberapa pembenahan sedikit, " terangnya. 

Karema pada dasarnya kendaraan mobil listrik ini didesain untuk kountur jalan tidak aspal.

Sehingga kecepatannya pun sekitar sampai 60 kilometer per jam dengan proses pengecasan baterai maksimal 6 jam untuk full charge. 

"Maksimal penggunakan jarak bisa sampai 60-70 kilometer sesuai dengan pengoperasionalannya," lanjutnya. 

Pembangunan proyek prototipe mobil listrik SMKN 1 Tengaran itu ada 10 siswa dan 12 guru pendamping yang terlibat didalamnya.

Ke depannya terdapat peluang mobil tersebut akan dijual dengan dikisaran Rp 140 sampai Rp 150-an juta. 

"Dan bisa custom untuk bentuk bodynya menyesuaikan permintaan pemesanan. Dan targetnya mobil. Listrik ini bisa digunakan di tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Semarang, " jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Tengaran, Farida Fahmalatif prototipe mobil listrik tersebut menjadi salah satu karya unggulan siswa di SMK Negeri Tengaran.

Bahkan karya tersebut sudah dikenalkan di lingkungan Pemkab Semarang dan Bupati Semarang mencoba langsung. 

"Tetapi kita akan terus evaluasi dan kembangkan agar prototipe mobil ini bisa semakin maksimal saat dioperasionalkan," katanya. 

Ia mengungakapkan jika awal mula ide pembuatan mobil listrik ini berkaitan erat dengan tagline sekolah, yakni "Pencipta Mobil Teknologi Ganda".

Hal itu juga sebagai jawaban atas tantangan dari pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sampai dengan 56 persen.

"Keberhasilan pembuatan karya siswa mobil listrik itu juga menjadi salah satu sinkronisasi kurikulum dengan menggandeng industri," ujarnya. 

Untuk kebutuhan pendanaan sendiri, satu mobil listrik tersebut menggunakan dana dari jurusan TKR. Dan semua alat dan bahan masuknya ke jurusan dengan menggunakan dana BOS. 

"Jadi secara pendanaan semua kami pastikan sesuai dengan aturan. Dan kuta memberdayakan jurusan lain seperti jurusan tata boga untuk menyiapkan kebutuhan makanan bagi siswa TKR, " ungkapnya. 

Farida berharap hasil karya para siswanya tersebut tidak hanya berhenti pada tahap prototipe. Melainkan bisa dinikmati masyarakat luas.

Seperti desa-desa yang membutuhkan kendaraan operasional bisa memesan mobil listrik hasil karya siswa SMK Negeri 1 Tengaran. 

"Oleh karena itu kami kemarin menggandeng OPD terkait untuk petakan desa mana saja yang membutuhkan kendaraan operasional, nanti kami dibantu oleh Diskominfo Kabupaten Semarang," pungkasnya. (nun) 

 

Editor : Agus AP
#prototipe #SMK N 1 Tengaran #mobil listrik #Kabupaten Semarang