Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Komoditas Vanili di Kabupaten Semarang Diproyeksikan Menambah Volume Pasar Ekspor Dunia

Nurfa'ik Nabhan • Rabu, 11 Oktober 2023 | 00:26 WIB
Pengelola Kemuning Garden Farm saat menunjukkan bunga tanaman vanili
Pengelola Kemuning Garden Farm saat menunjukkan bunga tanaman vanili

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Komoditas vanili yang ada di Kabupaten Semarang bisa dibilang masih cukup langka. Namun komoditas tersebut diproyeksikan menambah volume pasar ekspor dunia. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Penasehat Asosiasi Petani Vanili Kabupaten Semarang, Nurcahya Eko Junaedi.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa varietas unggulan vanili. Salah satunya yakni varietes Vanili Plenifolia Andrew Vania Satu Ladras Ungaran yang berasal asli dari Gunung Ungaran. 

Baca Juga: Salatiga Kota Empat Pilar dan Kota Vanili

"Vanili dari Kabupaten Semarang menjadi salah satu varian produk vanili unggulan khusus di dua pasar mancanagera, yakni di Amerika dan juga Belanda, " ujarnya. 

Namun saat ini keberadaan vanili masih terbilang langka karena beberapa faktor. Di antaranya masih sedikitnya petani vanili di Kabupaten Semarang. Serta dalam proses budidaya vanili terbilang susah. 

"Karena vanili ini membutuhkan media tanam dan cuaca yang lembab. Selain itu, proses pembuahan atau polinasi yang harus dilakukan atau dibantu manusia. Karena bunga vanili tidak bisa melakukan pembuahan sendiri, " terangnya. 

Selain itu, tanaman vanili juga memiliki siklus seperti manusia. Dimana masa pertumbuhan melewati melewati masa bayi, remaja, hingga masuki masa dewasa atau masa pembuahan.

Di Kabupaten Semarang sendiri hanya terdapat sekitar enam ribu petani vanili yang tersebar di tujuh hingga delapan kecamatan.

Salah satunya di Kemuning Garden Farm yang ada di RT 04 RW 04, Lingkungan Junggul, Kelurahan Bandungan, Kecamatan Bandungan. 

"Ada proses sortir, hingga pengeringan untuk kebutuhan ekspor. Karena semakin dia besar dan panjang maka semakin mahal harganya, jadi ada grade-nya," ungkap Pengelola Kemuning Garden Farm, Susfijariyanto. 

Untuk grade paling baik dan mahal yakni Gourmet harus panjang 27 keatas dan isinya banyak karena ini grade paling baik atau unggulan.

Kemudian hasil sortiran dibawah Gourmet ada Grade A dan Grade B yang memiliki panjang lebih pendek dan isinya lebih sedikit dari Gourmet ini. 

Ia menjelaskan buah vanili yang sebelum di ekspor itu harus dari buah vanili hasil langsung panen, dan menjalani proses pengeringan yang cukup panjang.

Selain itu, buah vanili yang di ekspor itu adalah sudah dalam bentuk kering dan berwarna coklat atau hitam.

"Proses pengeringannya bisa berminggu-minggu karena untuk proses pengeringan sendiri menbutuhkan waktu 2 sampai 3 minggu lamanya, ini agar kadar air yang kita inginkan bisa terpenuhi dan berwarna sama, artinya coklat semua atau hitam semua, " pungkasnya. (nun) 

Editor : Agus AP
#petani vanili #Vanili #EKSPOR #Kabupaten Semarang #Vanili Plenifolia Andrew Vania Satu Ladras