RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dua atlet cilik asal Kecamatan Ungaran Timur perkuat kontingen Kabupaten Semarang dalam ajang Porprov Jateng 2023.
Angeline Daphne, 8, dan sang kakak Victoria Abigail, 11, akan berjibaku di cabang olahraga (cabor) Dansa.
Angeline Daphne mengaku meski baru pertama kali ikut kompetisi sekelas Porprov ia tetap bersemangat. Baginya bergabung dengan tim Porprov Kabupaten Semarang membuatnya senang.
Menurutnya, untuk sekadar menari adalah hal yang mudah. Namun jika sudah masuk ke dalam olahraga akan membutuhkan kemampuan yang mumpuni. Karena banyak style dari dansa itu sendiri.
"Meski susah, tapi saya optimistis bisa meraih hasil yang maksimal. Dan yakin mendapatkan medali, " tegasnya.
Daphne yang memproyeksikan dirinya untuk menjadi atlet PON tersebut sudah tidak sabar ingin bertanding. Ia penasaran terhadap para pesaingnya.
Namun tak dipungkiri, ia masih memiliki rasa gugup. Namun ia berjanji akan berusaha fokus.
"Saya akan berusaha dengan segala teknik yang saya pelajari, " ujar Daphne yang menargetkan medali emas tersebut.
Sang kakak, Victoria Abigail juga menceritakan kejadian-kejadian yang tidak terlupakan saat bertanding. Di antaranya sepatu yang ia kenakan terlempar ke atas ketika ia melakukan salah satu gerakan dansa.
"Dan saya menangis saat itu. Karena kejadian itu pertama kali kualami, " ungkapnya.
Pada kompetisi sebelumnya ia mendulang dua emas dan tiga perak. Di ajang Porprov ini ia juga menarget satu medali emas.
"Karena saya tahu nanti akan sulit, karena mungkin nanti bisa saja bertanding melawan pelatih saya sendiri. Saya targetkan dapat mendali dari kelas Chacha dan Walls, " katanya.
Sementara ibu kedua atlet cilik sekaligus pengurus Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kabupaten Semarang, Emerita, mengungkapkan atlet dance sport di Kabupaten Semarang hanya Daphne dan Victoria Abigail.
"Untuk TC-nya mereka berdua akan mengikuti kelas Chaca, Rumba, Line Dance Sport, dan Solo Jive Sport. Yang dimana empat kelas tersebut masuk dalam kategori solo dance sport, " jelasnya.
Emerita tidak menarget raihan medali kedua anak didiknya tersebut. Yang terpenting mereka mendapatkan pengalaman dan bisa membentuk keberanian untuk tampil di depan orang banyak.
"Minimal mereka sudah berani tampil dan bertanding, " jelasnya. (nun/zal)
Editor : Baskoro Septiadi