RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Dusun Kropoh, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin sudah dua bulan mengalami kekeringan.
Air bersih sudah sulit didapatkan. Warga mengeluh dan hanya bisa mengandalkan pasokan air bersih.
Salah satu warga, Mujiono mengaku kekeringan sudah terjadi sejak Juni. Kemarau menyebabkan sumber mata air menghilang. Warga pun hanya bisa bergantung pada droping air bersih dari BPBD Kabupaten Semarang.
"Biasanya tiga hari sekali dikirim air bersih. Kekeringan sudah terjadi dua bulan terakhir,” ujarnya.
Ia mengakui setiap musim kemarau warga kesulitan air bersih. Sumber air tidak ada dan warga menggunakan air sumur tadah hujan. “Kalau kemarau begini air di sumur sudah kering," ujarnya.
BPBD Kabupaten Semarang mengirimkan air di tandon air berukuran 5100 liter. Nantinya warga akan mengambil air dari tandon tersebut. Karena krisis air bersih, warga harus berhemat.
“Pemerintah daerah sedang berupaya membuat Pamsimas untuk masyarakat Kropoh yang setiap tahunnya mengalami kekeringan,” tambahnya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Juwair Suntara mengakui Dusun Kropoh menjadi dusun yang paling parah terjadi kekeringan tahun ini. Di bulan Juli droping air bersih mencapai 18 mobil tangki dengan kapasitas 5000 liter.
"Karena kemarau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Lebih panas dan tidak ada kiriman hujan,“ akunya. (nun/fth)
Editor : Baskoro Septiadi