Terakhir, komplotan ini beraksi di area exit tol Ungaran, Minggu (26/3) sekitar pukul 02.00. awalnya dua remaja Rd dan B sedang memperbaiki motornya yang rusak. Lima pelaku meminta rokok. Karena tak diberi, pelaku mengeluarkan sajam dan nyaris menyabet korban. Beruntung kedua korban berhasil kabur. Hanya saja, motor korban dirusak dengan sajam.
“Sebelum beraksi komplotan ini menenggak tuak. Setelah itu mencari sasaran dengan berkeliling dengan membawa sajam,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein.
Untuk motifnya sementara pelaku melakukan penyerangan karenakan pengaruh minuman alkohol. Untuk senjata tajam dibawa mereka berdalih untuk berjaga-jaga. Komplotan ini bahkan membawa bendera bertuliskan "Semarang Gangster" untuk mencari jati diri kepada pengguna jalan.
Pelaku sebelum beraksi mengaku minum tuak. Sajam yang dibawa guna menakuti korban. "Setelah mabuk itu, mau mengantar teman pulang ke Bandungan. Karena tak punya rokok, minta ke orang tapi tidak diberi," kata salah satu pelaku Agung Prasetyo Utomo.
Karena tak diberi rokok, Agung Cs emosi. Dia turun dari sepeda motor dan mengayunkan celurit ke dua korban yang langsung lari. Sementara motor yang ditinggal dirusak. "Pakai celurit dan ditendangi. Saya hanya ikut-ikutan saja. Senjata dibawa untuk menakuti orang" lanjutnya.
Kasus ini masih dalam pengembangan Polres Semarang. Pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP, sedangkan untuk tersangka dibawah umur dengan perlakuan berbeda sesuai UU Republik Indonesia No. 11 Tahun 2012 tentang sistem Peradilan Pidana Anak. (ria/fth) Editor : Agus AP