Sebanyak 20 orang laki-laki menari dengan diiringi lantunan salawat serta tabuhan dari alat musik rebana. Menggunakan kacamata hitam dan kostum biru tua serta aksesoris dengan warna kuning dan merah mereka serasi memainkan kipas yang dipegang oleh masing-masing penari.
Salah satu panitia, Sukimin Budiono mengatakan kesenian tarian Rodat merupakan seni tradisional masyarakat yang memiliki ruh ke-Islaman. Terdapat tampilan berupa tarian yang diiringi semacam nyanyian seperti salawat. "Jadi tujuannya tidak hanya semata-mata untuk pertunjukkan tetapi juga syiar. Karena banyak sholawat yang dilantunkan, " ujarnya.
Dalam tarian Rodat biasanya mengadaptasi budaya khas dari masing-masing daerah. Masing-masing kelompok kesenian tersebut memiliki inovasinya masing-masing. "Seperti di Tengaran banyak yang mengiringi tarian Rodat dengan lantunan salawat dengan bahasa arab maupun dengan bahasa tradisional seperti bahasa jawa, " katanya.
Sukimin menambahkan selain kesenian dan pertunjukkan silat, sejak pagi terdapat pawai taaruf. Dimana diikuti 15 ranting NU di Kecamatan Tengaran. “Dengan menampilkan berbagai jenis tampilan dari hasil inovasi masing-masing ranting,” tambahnya. (nun/fth) Editor : Agus AP