Salah satu pedagang, Maya mengatakan saat ini ia harus mencari stok minyak tersebut hingga ke luar Kabupaten Semarang. Setiap harinya ia harus bisa memenuhi ketersediaan minyak walaupun harus menaikkan harga.
"Kira-kira masih bisa dalam sehati 100 kemasan untuk stok. Dan saya harus naikkan harganya karena biaya transportasi pengambilan pun mahal, " katanya.
Awalnya ia hanya menjual minyak tersebut dengan harga Rp 14 ribu. Berhubung terdapat kelangkaan, harganya naik menjadi Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liternya.
Maya menambahkan dengan adanya faktor kelangkaan dan juga harga naik, pembeli juga ikut berkurang. Biasanya ia mendapatkan 100 kemasan per hari dan langsung ludes.
"Tapi saat ini yang terjual per harinya hanya 10 sampai 20 kemasan, " imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan pedagang lainnya, Suryo Mandiono bahwa stok Minyakita sudah mulai menipis. Baik di Kabupaten Semarang maupun di Kota Semarang. Jika masih terdapat stok, namun harganya sudah naik.
"Sudah dua mingguan ini mulai langka untuk yang Minyakita. Namun untuk yang minyak curah masih biasa saja tidak ada kelangkaan, " katanya.
Ia mengaku pasrah mendapatkan pasokan Minyakita seadanya karena peredarannya mulai langka. Biasanya ia mendapatkan stok 15 hingga 20 karton. Namun sekarang hanya mendapatkan dua hingga lima akrton saja. (nun/bas)
Editor : Agus AP