Tradisi Slup-slupan merupakan tradisi selamatan masyarakat jawa ketika anak menempati rumah baru. Prosesi diawali dengan dua rombongan pria dan wanita yang datang dari arah yang berlawanan. Dimana rombongan pria membawa senjata pusaka peninggalan leluhur yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rumah sebagai simbol pembawa berkah. Sedangkan rombongan wanita membawa persyaratan prosesi slup-slupan.
“Persyaratannya seperti sesaji, makanan, dan keperluan rumah tangga lainnya seperti bantal dan guling. Dan masing-masing barang tersebut memiliki arti,” kata pemilik Ndalem Condro Winoto, Raden Nganten Eropeana Puspitasari.
Prosesi dilakukan untuk melestarikan dan nguri-nguri kebudayaan jawa. Sehingga anak-anak jaman sekarang mengenal akan kebudayaan tersebut. "Disamping itu kegiatan tersebut menjadi panggung dari anak-anak sanggar budaya untuk menampilkan pentas budaya," tambahnya. (nun/fth) Editor : Agus AP