Museum ini tengah dikembangkan agar objek edukasi untuk anak. Bahkan sudah dilengkapi dengan fasilitas audio visual yang memudahkan anak mempelajari benda-benda cagar budaya.
“Pembangunan museum ini juga sekaligus untuk menginventarisasi benda cagar budaya,” ungkap Kepala Seksi Kesenian dan Nilai-Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Slamet Widodo.
Pihaknya bakal menginventarisir benda cagar budaya yang dimiliki masyarakat. Saat ini museum masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan. Untuk sementara Museum Pandanaran hanya melayani kunjungan anak-anak sekolah. “Kaitannya dengan koleksi dan belum ada petugas museum yang selalu standby seperti kurator dan sebagainya,” ujarnya.
Pamong Budaya Tuntang, Sita Nur Wardiyati, menjelaskan jumlah koleksi Museum Pandanaran baru 100 benda. Saat ini masih proses mengumpulkan dan memamerkan secara acak.
“Karena memang museum ini masih dalam tahap pengembangan juga. Namun setahun sekali kita juga terdapat konservasi cagar budaya atau perawatan,” tambahnya. (nun/fth) Editor : Agus AP