Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Biaya Umrah Naik 30 Persen

Agus AP • Sabtu, 4 Desember 2021 | 16:59 WIB
BRAND LOKAL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Semarang Ngesti Nugroho, dan Wakil Bupati Semarang Basari mengunjungi stand Kabupaten Semarang Expo. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
BRAND LOKAL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Semarang Ngesti Nugroho, dan Wakil Bupati Semarang Basari mengunjungi stand Kabupaten Semarang Expo. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Indonesia mulai mendapatkan izin menggelar umrah tanpa transit ke negara ketiga. Meski begitu, sejumlah biro umrah tidak mau gegabah dalam memberangkatkan jamaah. Selain itu, di tengah pandemi biaya umrah dipastikan mengalami kenaikan sebesar 30 persen.

Direktur PT Haninda Utama Ahmad Hanik mengaku menyambut baik keputusan tersebut. Tetapi masih menunggu kesiapan sarana prasarana dari Pemerintah Pusat terlebih dahulu. Sebab, dari September setelah jemaah umrah diberangkatkan masih ada kendala. Barcode vaksinasi aplikasi Peduli Lindungi ternyata tidak sinkron dengan aplikasi Tawakkalna di Arab Saudi.

"Jadi jemaah masih kebingungan, panik, belum lagi antriannya jadi panjang dan berjubel. Belajar dari pengalaman jika memang sudah dibuka kembali kita juga belum berangkatkan," katanya.

Ia menambahkan, persyaratan terkait vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi jemaah juga menjadi kendala. Jika vaksinasi booster dilaksanakan di Arab Saudi, ia khawatir bisa mengganggu pelaksanaan ibadah umrah terutama bagi jemaah yang daya tahan tubuhnya lemah. Lebih baik vaksinasi boosternya dilaksanakan di Indonesia.

"Jika semua bisa dipenuhi, ada sinkronisasi antara Kemenag, Kemenkes dan Pemerintah Arab Saudi baru kami siap untuk pemberangkatan," ujarnya

Hanik menjelaskan akan segera akan melaksanakan sosialisasi. Ada 75 calon jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya. Pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi ada beberapa penyesuaian. Salah satunya mengenai biaya.

Ada kenaikan biaya sebesar 30 persen untuk memenuhi syarat protokol kesehatan. "Kenaikan berkaitan dengan kebijakan hotel yang biasanya satu kamar 4 orang, maksimal 2 orang. Begitu juga bus untuk akomodasi jemaah juga dibatasi kapasitasnya 50 persen," tambahnya. (ria/fth)
Editor : Agus AP
#Biaya Umrah Naik 30 Persen #pemerintah arab saudi