"Memang tempat yang ada nilai mistisnya itu selalu menarik. Apalagi untuk milenial. Rasa ingin taunya tinggi. Kami juga membangun kepercayaan para wisatawan lagi meski kebiasaan baru, tetap bisa berwisata," terang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih ketika ditemui di Curug Gending Asmoro.
Sementara Kepala Desa Kalongan Yarmuji mengatakan, cerita yang melegenda di curug tersebut membuat daya tarik para wisatawan. Wisata Curug Gending Asmoro ini dibangun pada 2017 oleh Pemdes Kalongan Ungaran Timur. Harga tiket Rp 5 ribu per orang di hari biasa dan Rp 10 ribu di akhir pekan.
"Sampai saat ini masih beberapa kali terdengar. Terkadang pekerja dan pengunjung mendengar suara gamelan gaib tersebut," ujarnya.
Salah satu wisatawan asal Semarang Ayu Putri Prameswari, 23, mengatakan, alasan berwisata di curug tersebut memang ingin membuktikan adanya suara gamelan tersebut. Namun sayangnya dirinya dan dua temannya tidak mendengarnya. "Anak indigo mungkin yang bisa dengar. Atau yang memang tujuannya wisata saja," ungkapnya sambil tertawa. (ria/zal/bas)
Editor : Agus AP