Petugas Teknis Konservasi BPCB Jawa Tengah Ngatno menegaskan, untuk menambahan fasilitas kesehatan di dalam area situs candi, sementara masih dikaji. Sebab, banyak rambu-rambu etika yang harus dilakukan.
"Makanya kemarin saat simulasi, kami sampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, untuk selalu berkoordinasi dengan kantor pusat BPCB," ungkapnya Rabu (17/6/2020).
Hal tersebut berkaitan dengan alur yang sesuai dengan prosedur pelestarian dan pemeliharaan bangunan bersejarah. Saat ini BPCB juga masih menunggu kajian sekaligus kiat-kiat yang bisa diterapkan dalam mendukung protokol kesehatan tersebut, utamanya penyemprotan desinfektan pada candi.
Sebab, lanjutnya, cairan desinfektan tidak sama untuk logam maupun batuan candi. Kajian diperlukan guna memastikan sejauh mana langkah pencegahan penyebaran Covid-19 melalui desinfeksi tersebut bisa berdampak terhadap batuan candi. Pihaknya tetap menyarankan berkaitan dengan protokol kesehatan sebisa mungkin membawa semuanya dari rumah.
"Makanya kita sudah wanti-wanti dalam penerapan protokol kesehatan tunggu hasil dari kami. Ini tidak mudah. Bangunan yang memiliki nilai sejarah yang sedang dihadapi," tegasnya. (ria/zal/bas) Editor : Agus AP