RADARSEMARANG.ID — Gunung Padang, sebuah situs megalitikum yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial X.
Hal ini terjadi setelah akun asal India, IndiaTales7, menempatkan situs ini di posisi pertama dalam thread yang membahas tempat paling misterius di dunia.
Dalam unggahan tersebut, IndiaTales7 menyebut bahwa Gunung Padang diyakini sebagai piramida tertua di dunia, lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.
Hal ini sontak memicu reaksi dari warganet Indonesia yang beramai-ramai mengunggah foto asli dari situs Gunung Padang untuk mengoreksi informasi yang disampaikan akun India tersebut.
Lalu, apa sebenarnya Gunung Padang dan bagaimana sejarah serta misteri yang menyelimutinya?
Berikut penjelasan selengkapnya.
Situs Prasejarah Gunung Padang
Menurut catatan sejarah, Gunung Padang pertama kali ditemukan oleh peneliti Belanda, NJ Krom pada tahun 1914.
Dalam laporannya, NJ Krom menyebut, situs ini berada di dekat Gunung Melati.
Namun, setelah itu, Gunung Padang sempat luput dari perhatian para arkeolog hingga akhirnya ditemukan kembali oleh masyarakat setempat pada tahun 1979.
Sejak saat itu, penelitian intensif mulai dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Pada tahun 1990, Gunung Padang resmi ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang.
Situs ini terdiri dari lima teras utama, yang tersusun dari batuan andesit berbentuk tiang-tiang dengan panjang sekitar satu meter.
Menurut Peta Budaya Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gunung Padang adalah situs peninggalan zaman megalitikum, yang kemungkinan besar digunakan sebagai tempat pemujaan atau aktivitas keagamaan masyarakat prasejarah.
Situs ini sendiri memiliki luas sekitar 291.800 meter persegi, dan dikenal sebagai salah satu peninggalan zaman megalitikum terbesar di Asia Tenggara.
Bahkan, berdasarkan penelitian, Gunung Padang diklaim sebagai punden berundak terbesar di wilayah ini.
Luas area Gunung Padang mencapai 3.000 meter persegi, dengan ketinggian sekitar 110 meter dari permukaan tanah.
Batuan yang menyusun situs ini didominasi oleh batuan andesit, yang berdasarkan penelitian memiliki kandungan magnetik dan suara resonansi yang unik. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi