Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

3 Puncak Favorit di Gunung Muria, Salah Satunya Punya Jalur Naga yang Ekstrem

Nurfa'ik Nabhan • Kamis, 5 September 2024 | 21:40 WIB
Jalur Naga yang ada di jalur pendakian Puncak Natas Angin di Gunung Muria
Jalur Naga yang ada di jalur pendakian Puncak Natas Angin di Gunung Muria

RADARSEMARANG.ID – Gunung Muria yang terbentang di tiga kabupaten di Jawa Tengah tengah digandrungi para pendaki.

Pasalnya di Gunung Muria menyuguhkan pemandangan pegunungan yang indah dan pemandangan Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Kudus dari ketinggian.

Diantara banyaknya puncak di Gunung Muria, terdapat tiga puncak yang digandrungi dan menjadi favorit bagi para pendaki.

Puncak-puncak tersebut juga terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa dilewati untuk menuju puncaknya.

Berikut tiga puncak yang ada di Gunung Muria yang menjadi favorit di kalangan pendaki.

  1. Puncak Saptorenggo/Puncak Songolikur

Puncak Songolikur atau Saptorenggo ini merupakan salah satu puncak di Pegunungan Muria dan menjadi puncak tertinggi dengan ketinggian 1602 MDPL.

Puncak yang satu ini bisa dilalui dari Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus atau dari Desa Keling, Kecamatan Tempur, Jepara. 

Puncak yang satu ini jika dilihat dari kejauhan berbentuk lancip sehingga menjadi puncak yang tertinggi di Gunung Muria.

Akses jalan atau trackingnya pun tidak terbilang sulit untuk dilalui. Bahkan estimasi pendakian menuju ke puncak bisa ditempuh sekitar tiga hingga empat jam.

Terdapat dua jalur pendakian via Desa Rahtawu untuk menuju ke puncak yakni jalur Sendang Bunton dan jalur Trenggo.

Jalur Trenggo sendiri merupakan jalur yang jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan dengan jalur Sendang Bunton.

Sedangkan jalur Sendnag Bunton sendiri biasanya sering dilalui oleh para peziarah karena mereka biasanya menyempatkan untuk mampir dan beristirahat di Sendang Bunton.

Menariknya di Puncak 29 terdapat beberapa petilasan yang biasanya digunakan untuk para peziarah yang datang ke Gunung Muria.

Diantaranya petilasan Sang Hyang Wenang, petilasan Eyang Ismaya, petilasan Eyang Pandu, dan lainnya. 

Bagi para pendaki yang kekurangan logistik tidak pelru khawatir karena di puncak juga terdapat warung untuk tempat singgah ataupun beristirahat. Selain itu juga terdapat bangunan yang biasanya digunakan untuk beristirahat para peziarah.

  1. Puncak Natas Angin

Puncak Natas Angin merupakan puncak yang paling terkenal dan menjadi favorit para pendaki yang ingin ke Gunung Muria.

Pasalnya terdapat jalur yang terkenal ekstrem yakni Jalur Naga yang berada sebelum puncak. 

Puncak dengan ketinggian 1515 MDPL ini bisa dilalui dari Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.

Di jalur pendakian Natas Angin sendiri sudah terdapat basecamp yang bisa digunakan untuk para pendaki beristirahat ataupun registrasi/simaksi.

Meskipun memiliki ketinggian 1515 MDPL, pendakian Puncak Natas Angin tidak boleh disepelekan.

Pasalnya jalur yang bisa dibilang melewati punggungan gunung dengan track zig-zag menanjak terkadang membuat pendaki yang baru berkunjung mengeluh.

Namun di beberapa pos sendiri sudah terdapat warung dan tempat peristirahatan yang bisa digunakan oleh para pendaki.

Sebelum menuju puncak, pendaki akan melewati pos lima atau pos Petilasan Eyang Abiyoso atau Puncak Abiyoso.

Di area petilasan Eyang Abiyoso sendiri terdapat beberapa warung serta satu bangunan yang digunakan para peziarah untuk beristirahat. 

Sebelum menuju ke puncak, para pendaki akan diberi pilihan untuk memilik jalur Bebek atau jalur Naga untuk menuju ke puncak. Kedua puncak tersebut memiliki kesulitan dan tantangan masing-masing.

Namun, jalur Naga biasanya lebih sering dipilih para pendaki karena menyuguhkan pemandangan yang indah dan beberapa puncak di Gunung Muria juga ikut terlihat. 

Dalam pendakian Natas Angin, para pendaki tidak hanya menemukan Puncak Natas Angin sebagai puncak utama.

Melainkan nantinya akan melewati Puncak Bayangan yang ada di Jalur Naga dan Puncak Tugu di Jalur Bebek.

  1. Puncak Argopiloso

Puncak Argopiloso adalah satu dari sekian banyak puncak yang ada di Gunung Muria yang sering dijajaki oleh para pendaki. Puncak Argopiloso sendiri memiliki ketinggian 1581 MPDL

Puncak Argopiloso sendiri bisa dilakui melalui Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus. Dan awal pendakian Puncak Argopiloso berada di komplek air tiga rasa Rejenu.

Komplek air tiga rasa ini sering menjadi jujugan para peziarah setelah mengunjungi komplek makam Sunan Muria.

Pasalnya di tempat ini terdpaat beberapa sumber air yang memiliki berbagai rasa yang unik. Diantaranya rasa manis, rasa soda, bahkan ada rasa yang seperti jeruk. 

Jalur pendakian Argopiloso sendiri melewati samping komplek air tiga rasa. Meski bisa ditempuh dengan durasi dua hingga tiga jam, track menuju puncak bisa dibilang terjal. Ditambah sepanjang perjalanan medan yang dilalui merupakan medan akar. 

Kemudian di tengah perjalanan nantinya para pendaki akan menjumpai sebuah petilasan yang cukup besar dengan beberapa tatanan batu yakni petilasan Eyang Subakir. 

Di sepanjang jalur pendakian, para pendaki akan disuguhi oleh asrinya hutan Gunung Muria yang masih asri.

Ditambah lagi masing jarang pendaki yang sering mendaki ke puncak Argopiloso membuat suasana alam menjadi terjaga.

Dari puncak nantinya akan terlihat puncak Natas Angin, Saptorenggo, maupun Argojembangan.

Meskipun ketinggian ketiga puncak di Gunung Muria tersebut tidak melebih 2000 mdpl, tetapi jangan dianggap sepele. Serta tetap persiapkan kondisi fisik dan mental ketika akan memulai pendakian. (nun/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#petilasan Eyang Abiyoso #kabupaten pati #air tiga rasa rejenu #desa japan #Sendang Bunton #Kecamatan Dawe #Puncak Natas Angin #Puncak Argopiloso #Puncak Songolikur #Gunung Muria #kabupaten jepara #JAWA TENGAH #petilasan Eyang Subakir #desa rahtawu #Puncak Saptorenggo #Kabupaten Kudus #jalur Naga #Kecamatan Gebog