Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Menyusuri Gunung Merbabu, Gunung Tertinggi Ke-4 di Jawa Tengah yang Menyimpan Bunga Abadi di Puncaknya

Magang Radar Semarang • Jumat, 26 Juli 2024 | 20:45 WIB

 

Melihat Hamparan Bunga Edelweiss Dengan Disinari Matahari Pagi di Puncak Merbabu/wisato.id
Melihat Hamparan Bunga Edelweiss Dengan Disinari Matahari Pagi di Puncak Merbabu/wisato.id

RADARSEMARANG.ID - Keindahan alam yang ada di Jawa Tengah memang tidak ada habisnya, mulai dari maritimnya sampai ke pegunungannya semuanya tersedia di provinsi yang satu ini.

Salah satu keindahan alam yang tidak boleh terlewatkan adalah Gunung Merbabu yang terletak di antara Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, dan Kota Salatiga.

Secara emitologi, kata “Merbabu” berasal dari kata “Meru” yang memiliki arti Gunung dan “Abu” yang berarti abu.

Gunung Merbabu juga sering disebut dengan Damalung/Umalung seperti yang disebutkan pada sebuah prasasti kuno bernama Prasasti Damalung yang ditemukan di Dusun Ngaduman, Getasan, Kabupaten Semarang yang sekarang keberadaanya di simpan di Leiden, Belanda sejak tahun 1872.

Gunung Merbabu memiliki ketinggian rata-rata 3.145 mdpl, bersama dengan Gunung Merapi, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing membentuk sebuah rangkaian pegunungan bernama "Empat Menara”

Meskipun berada dekat dengan Gunung Merapi, namun Gunung Merbabu tergolong sebagai gunung api tua yang sudah tidak aktif lagi dengan terakhir letusan pada tahun 1797 silam.

Gunung Merbabu meskipun dikenal dengan gunung tidur namun memiliki 5 buah kawah yang ada di dalamnya.

Gunung Merbabu sudah terkenal dengan kegiatan hikingnya, dengan menyediakan 5 jalur pendakian resmi yang sering digunakan oleh para pendaki.

Jalur pendakian di Gunung merbabu yang paling sering digunakan adalah jalur pendakian via Selo yang berada di Kabupaten Boyolali, serta pendakian gunung Merbabu via Suwanting yang berada di Kabupaten Magelang.

Untuk pendakian Gunung Merbabu via Selo dimulai dari Desa Selo yang merupakan titik awal dalam pendakian menuju puncak Gunung Merbabu.

Dari Desa Selo, pendaki akan melewati beberapa pos dengan total waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak gunung adalah sekitar 7-8 jam.

Walaupun pendakian di Gunung Merbabu masih tergolong mudah, namun tidak diperbolehkan bagi pendaki untuk melakukan solo hiking karena cukup berbahaya.

Gunung Merbabu memiliki tiga titik puncak, dengan puncak terkenalnya adalah Puncak Kenteng Songo dengan ketinggian 3.142 mdpl, dilanjutkan dengan Puncak Syarif dengan ketinggian 3.119 mdpl, dan Puncak Trianggulasi dengan ketinggian 3.142 mdpl.

Hal yang membuat pendaki terarik untuk mendaki Gunung Merbabu adalah karena di puncak Gunung Merbabu tumbuh banyak bunga Edelweiss.

Buga Edelweiss sering dikenal dengan bunga abadi karena dapat bertahan hingga ratusan tahun lamanya, dan dapat tumbuh di area ekstrem sekalipun. 

Edelweiss yang ada di Merbabu biasa tumbuh pada ketinggian 2.500 mdpl di area yang sulit untuk dijangkau, sehingga menambah kesan istimewa bagi pendaki yang berhasil menemukannya.

Bunga Edelweiss biasanya mekar pada bulan April hingga Agustus.

Melihat Edelweiss yang mekar di bawah sinar matahari pagi akan memberikan kesan istimewa yang tak akan terlupakan bagi para pendaki di Gunung Merbabu akan keindahan alam karya Tuhan yang begitu menakjubkan. (mg3/bas)

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#bunga abadi edelweis #merbabu #Bunga Edelweis tidak boleh dipetik #Gunung Merbabu #Rekomendasi Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula #bunga edelweis