RADARSEMARANG.ID - Tersembunyi di pelosok Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Curug Lawe Benowo Kalisidi atau yang biasa disebut CLBK menyimpan keindahan alam yang memukau.
Air terjun yang pertama kali dibuka pada tahun 2007 ini memiliki tinggi kurang lebih 25 meter.
Curug ini menjadi salah satu destinasi wisata yang akhir-akhir ini cukup populer bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Start dari loket masuk, pengunjung akan mulai berjalan melewati rute yang telah ditentukan dengan mengikuti petanda jalan yang tertera.
Selama perjalanan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan pepohonan rimbun dan sungai-sungai kecil.
Perjalanan yang ditempuh memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk finish di lokasi.
CLBK sebenarnya bukanlah satu curug, melainkan dua curug yang berada dalam satu lokasi.
CLBK merupakan gabungan nama dari dua curug, yakni Curug Lawe dan Curug Benowo.
Pengelola sekitar kemudian menyingkatnya karena pengunjung dapat menikmati kedua curug tersebut tanpa harus membayar dua kali.
Curug Lawe sendiri terkenal memiliki ciri khas dimana aliran airnya yang melingkar.
Pemberian nama Curug Lawe ini diketahui karena memiliki 25 pancuran air, atau dalam bahasa Jawa disebut selawe.
Medan yang dilewati untuk sampai di curug ini juga lumayan landai, sehingga membuat Curug Lawe lebih populer bagi para wisatawan.
Sementara Curug Benowo memiliki ciri khas aliran airnya yang terjun menukik karena hanya memiliki satu sumber aliran air.
Jalan yang perlu ditempuh untuk sampai di lokasi juga lumayan ekstrim dan menanjak.
Karena banyak wisatawan yang lebih memilih Curug Lawe, akibatnya Curug Benowo lebih sepi.
Hal ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keasrian curug dengan suasana yang lebih tenang.
Namun, kedua curug tersebut sama-sama memiliki tebing batu yang menjulang tinggi dan berselimutkan dedaunan hijau.
Suasana sejuk di kawasancurug menciptakan atmosfer menenangkan dan alami.
Selain menikmati keindahan curug dengan berfoto, pengunjung juga dapat berendam untuk merasakan segarnya air curug ini.
Demi menjaga keasrian curug, pengelola secara aktif mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan di area CLBK.
Palang-palang informasi telah dipasang di beberapa titik sepanjang rute menuju air terjun.
Upaya ini bertujuan untuk mempertahankan kelestarian lingkungan di sekitar curug.
CLBK buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga batas check in terakhir pukul 14.00 siang.
Tiket masuk dibanderol seharga Rp 11.000 per orang.
Harga ini tentu tidak sebanding dengan pemandangan alam yang ditawarkan karena hanya dengan satu tiket pengunjung dapat menikmati dua air terjun sekaligus di lokasi. (mg1/bas)
Editor : Baskoro Septiadi