Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

8 Puncak di Pegunungan Muria yang Jarang Dijamah Pendaki, Puncak Terakhir Punya Jalur Naga

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 9 Juni 2024 | 18:16 WIB
Spot sunrise view yang berada sebelum Puncak Tanggulangsi
Spot sunrise view yang berada sebelum Puncak Tanggulangsi

RADARSEMARANG.ID - Pegunungan Muria atau Gunung Muria yang terdapat di tiga wilayah yak Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati menyimpan banyak puncak.

Beberapa puncak di gunung Muria sudah menjadi favorit par pendaki seperti Puncak Natas Angin, Puncak 29 atau Saptorenggo, Puncak Argopiloso, dan lainnya. 

Namun selain puncak-puncak tersebut, terdapat banyak puncak yang jarang dijamah oleh para pendaki. Bahkan puncak-puncak tersebut memiliki keindahan yang tidak kalah cantiknya. 

berikut beberapa puncak yang ada di Gunung Muria yang jarang dijamah dan didaki oleh para pendaki. 

1. Puncak Termulus atau Watu Payon

Situs Watu Payon yang merupakan sumber penamaan dari Puncak Watu Payon
Situs Watu Payon yang merupakan sumber penamaan dari Puncak Watu Payon

Puncak Watu Payon atau Termulus sendiri merupakan salah satu puncak yang ada di Pegunungan Muria tepatnya berada di bagian paling timur.

Puncak ini berada di sebuah gunung yang biasanya masyarakat sebut Gunung Termulus. Dan Puncak Watu Payon ini berada di ketinggian sekitar 1500 MDPL.

Menarikanya di puncak Watu Payon terdapat sebuah monumen purba yang bisanya warga sebut Watu Payon.

Sehingga nama puncak diambil dari nama monumen batu tersebut. Selain itu flora dan fauna yang berada di Gunung Termulus ini terbilang unik karena masih terjaga kelestariannya.

2. Puncak Kelir

Puncak yang satu ini dinamakan kelir karena bentu dari pincak tersebut yang lancip seperti kelir dalam wayang. Puncak Kelir sendiri memiliki ketinggian sekitar 1444 MDPL dan bisa dilalui dari Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus dan Jolong, Kabupaten Pati.

Jalur menuju ke Puncak Kelir masih sangat rapat dan asri karena masih jarang ada pendaki yang melakukan pendakian di puncak tersebut.

Selain itu di sepanjang jalur pendakian masih belum ada petunjuk jalan yang jelas sehingga seringkali menyulitkan para pendaki.

Maka dari itu sebisa mungkin jika ingin melakukan pendakian di Puncak Kelir harus mengajak warga sekitar.

Selain itu, jalur menuju Puncak Kelir juga menjadi jalur alternatif penghubung desa dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Jalur tersebut menghubungkan Desa Gunungsari, Desa Jolong, Kriwik, Mblekutuk, Semliro, hingga Rejenu Kudus

3‌. Puncak Candi Angin

Situs Candi Angin di Gunung Muria
Situs Candi Angin di Gunung Muria

Puncak Candi Angin merupakan puncak di Gunung Muria yang terdapat situs candi yang berada di dekatnya.

Candi Angin sendiri memiliki ketinggian 1420 MDPL dan Candi Bubrah berada di 1317 MDPL. Puncaknya sendiri masih berada di atas situs Candi Angin. 

Puncak Candi Angin sendiri bisa dilalui dari Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Candi Angin sendiri peninggalan sejarah dari Kerajaan Kalingga.

Dimana struktur batuan pada Candi Angin sendiri mirip dengan beberapa peninggalan dari Kerajaan Majapahit. 

Kedua situs candi tersebut bisa dijangkau sekitar dua hingga tiga jam. Awal perjalanan bisa dilakukan dengan mengendarai sepeda motor dan kemudian dilanjutkan dengan tracking jalan kaki.

Medan yang ada di sepanjanh jalur Puncak Candi Angin sendiri banyak melewati tanjakan yang cukup curam dan kelokan bukit. 

Sesampainya di puncak, para pendaki bisa menyaksikan pemandangan Pegunungan Muria dan beberapa puncak seperti Puncak 29 atau Saptorenggo, Argopiloso, dan Natas Angin.

Tidka hanya itu punggungan-punggungan gunung yang terlihat dari ketinggian akan memanjakan mata para pendaki.

4‌. Puncak Tunggangan

Jalur sebelum menuju ke Puncak Tunggangan
Jalur sebelum menuju ke Puncak Tunggangan

Puncak Tunggangan memiliki ketinggian sekitar 1360 MDPL. Puncak yang satu ini bisa dilalui daro Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Perjalanan menuju puncak yang stau ini bisa ditempuh selama dua jam melalui Dukuh Karangrejo. 

Puncak Tunggangan sendiri dulunya sering dilewati untuk menuju ke Puncak 29 atau Saptorenggo.

Namun dengan jalur yang cukup terjal dan curam menjadikan jalur Puncak Tunggangan jarang dilalui oleh para pendaki untuk menuju ke Puncak 29. 

Puncak yang satu ini dulunya memiliki vegetasi hutan yang lebat. Lalu kemudian pada saat itu dibuka lahan untuk perekebunan jagung terbesar di Gunung Muria.

Tetapi lahan tersebut dilanda banjir bandang dan lahan tersebut ditutup. Tidak hanya itu area hutan tersebut juga oernah mengalami kebakaran yang mengakibatkan pepohonan yang dijadikan pegangan hilang. 

Yang perlu diperhatikan para pendaki ketika sebelum puncak jalur akan berupa tanjakan curam dan berjalan di punggungan gunung.

Namun setelah sampai puncak, pemandangan yang disuguhkan akan menghilangkan penat dan capek. 

Dari atas Puncak Tunggangan terlihat pemandangan pemukiman di dua desa yaitu Desa Tempur Jepara dan Desa Rahtawu Kudus.

Tidak hanya itu dari Puncak Tunggangan bisa terlihat beberapa puncak di Pegunungan Muria, seperti Puncak 29, Puncak Natas Angin, dan Puncak Candi Angin. 

Dan di Puncak Tunggangan memiliki sabana atau padnag rumput yang hijau. Bahkan hampir menyerupai sabana yang ada di Gunung Ungaran.

5‌. Puncak Palu Ombo

Puncak Palu Ombo merupakan salah satu puncak di Gunung Muria yang jarang dijamah oleh para pendaki.

Puncak yang satu ini bisa dilalui dari Dusun Pekoso, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Dan Puncak Palu Ombo memiliki ketinggian sekitar 1400 MDPL. 

Jalur pendakian Puncak Palu Ombo sejalur dengan pendakian Puncak 29 via Desa Tempur namun berbeda persimpangan.

Medan tracking bisa terbilang landai tetapi masih rimbun akan rerumputan karena jarang terjamah.

Bahkan ketinggian rumput tersebut bisa mencapai 40 senti meter hingga satu meter. Sehingga para pendaki yang ingin mencapai Puncak Palu Ombo harus membuka jalur tersebut. 

Sebaiknya jika ingin pergi ke Puncak Paluombo mengajak warga sekitar yang sudah tahu medan. Serta harus mempersiapkan mental dan fisik yang kuat.

6‌. Puncak Tanggulangsi

Area Puncak Tanggulangsi di ketinggian 1356 MDPL
Area Puncak Tanggulangsi di ketinggian 1356 MDPL

Puncak Tanggulangsi merupakan salah satu puncak di Gunung Muria yang masum kedalam wilayah Kabupaten Pati, tepatnya melalui Desa Jrahi, Kecamatan Tlogowungu. Puncak Tanggulangsi sendiri memiliki ketinggian sekitar 1356 MDPL.

Untuk sampai ke Puncak Tanggulangsi para pendaki bisa langsung ke Dukuh Ngelorah, Desa Jrahi selanjutnya menuju basecamp untuk melakukan registrasi. Kemudian bisa melanjutkan pendakian dengan berjalan kaki sekitar dua hingga tiga jam dari Pos 1 Desa Jrahi untuk sampai di Puncak Tanggulangsi.

Puncak Tanggulangsi sendiri memiliki salah satu spot untuk menyaksikan matahari terbit atau sunrise. Spot tersebut terletak sebelum Puncak Tanggulangsi itu sendiri.

Di area puncak juga terdapat lahan yang hanya bisa mendirikan satu tenda. Namun biasanya para pendaki banyak melakukan tektok atau sekali jalan dalam pendakian ke Puncak Tanggulangsi.

7‌. Puncak Gajah Mungkur 

Jalur Naga di sebelum Puncak Gajah Mungkur
Jalur Naga di sebelum Puncak Gajah Mungkur

Puncak Gajah Mungkur sendiri bisa dilalui dari Dukub Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Puncak Gajah Mungkur sendiri memiliki ketinggian sekitar 1243 MDPL. 

Jalur pendakian menuju ke Puncak Gajah Mungkur landai diawal perjalanan. Namun saat masuk hutan sudah mulai terasa berat karena minim petunjuk arah dan banyak semak-semak yang menjulang tinggi. 

Puncak Gajah Mungkur juga memiliki jalur Naga nya sendiri yang cukup ekstrem dan curam untuk dilalui. Sama seperti Jalur Naga yang berada di Puncak Natas Angin. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kelir #pegunungan #jepara #muria #Pati #Tanggulangsi #gunung #puncak #Termulus #Watu payon #kudus #Gajah Mungkur