RADARSEMARANG.ID - Pegunungan Muria merupakan salah satu pegunungan yang terbentang di tiga wilayah yakni di Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus.
Selain terkenal dengan adanya Makam Sunan Muria, Pegunungan atau Gunung Muria juga memiliki banyak puncak yang bisa dicapai.
Puncak-puncak tersebut memiliki ketinggian, keunikan, dan kesulitannya masing-masing. Bahkan ada beberapa puncak yang menjadi favorit para pendaki yang ingin mencoba mendaki ke Gunung Muria.
Berikut ini beberapa puncak-puncak yang ada di Gunung Muria yang bisa dicapai dan tentunya dengan persiapan yang matang.
1. Puncak Saptorenggo/29
Puncak 29 atau Saptorenggo ini merupakan salah satu puncak di Pegunungan Muria dan menjadi puncak tertinggi dengan ketinggian 1602 MDPL.
Puncak yang satu ini bisa dilalui dari Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus atau dari Desa Keling, Kecamatan Tempur, Jepara.
Puncak yang satu ini jika dilihat dari kejauhan berbentuk lancip sehingga menjadi puncak yang tertinggi di Gunung Muria.
Akses jalan atau trackingnya pun tidak terbilang sulit untuk dilalui. Bahkan estimasi pendakian menuju ke puncak bisa ditempuh sekitar tiga hingga empat jam.
Terdapat dua jalur pendakian via Desa Rahtawu untuk menuju ke puncak yakni jalur Sendang Bunton dan jalur Trenggo.
Jalur Trenggo sendiri merupakan jalur yang jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan dengan jalur Sendang Bunton.
Sedangkan jalur Sendnag Bunton sendiri biasanya sering dilalui oleh para peziarah karena mereka biasanya menyempatkan untuk mampir dan beristirahat di Sendang Bunton.
Menariknya di Puncak 29 terdapat beberapa petilasan yang biasanya digunakan untuk para peziarah yang datang ke Gunung Muria.
Diantaranya petilasan Sang Hyang Wenang, petilasan Eyang Ismaya, petilasan Eyang Pandu, dan lainnya.
Bagi para pendaki yang kekurangan logistik tidak pelru khawatir karena di puncak juga terdapat warung untuk tempat singgah ataupun beristirahat. Selain itu juga terdapat bangunan yang biasanya digunakan untuk beristirahat para peziarah.
2. Puncak Natas Angin
Puncak Natas Angin merupakan puncak yang paling terkenal dan menjadi favorit para pendaki yang ingin ke Gunung Muria. Pasalnya terdapat jalur yang terkenal ekstrem yakni Jalur Naga yang berada sebelum puncak.
Puncak dengan ketinggian 1515 MDPL ini bisa dilalui dari Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.
Di jalur pendakian Natas Angin sendiri sudah terdapat basecamp yang bisa digunakan untuk para pendaki beristirahat ataupun registrasi/simaksi.
Meskipun memiliki ketinggian 1515 MDPL, pendakian Puncak Natas Angin tidak boleh disepelekan.
Pasalnya jalur yang bisa dibilang melewati punggungan gunung dengan track zig-zag menanjak terkadang membuat pendaki yang baru berkunjung mengeluh.
Namun di beberapa pos sendiri sudah terdapat warung dan tempat peristirahatan yang bisa digunakan oleh para pendaki.
Sebelum menuju puncak, pendaki akan melewati pos lima atau pos Petilasan Eyang Abiyoso atau Puncak Abiyoso.
Di area petilasan Eyang Abiyoso sendiri terdapat beberapa warung serta satu bangunan yang digunakan para peziarah untuk beristirahat.
Sebelum menuju ke puncak, para pendaki akan diberi pilihan untuk memilik jalur Bebek atau jalur Naga untuk menuju ke puncak. Kedua puncak tersebut memiliki kesulitan dan tantangan masing-masing.
Namun, jalur Naga biasanya lebih sering dipilih para pendaki karena menyuguhkan pemandangan yang indah dan beberapa puncak di Gunung Muria juga ikut terlihat.
Dalam pendakian Natas Angin, para pendaki tidak hanya menemukan Puncak Natas Angin sebagai puncak utama.
Melainkan nantinya akan melewati Puncak Bayangan yang ada di Jalur Naga dan Puncak Tugu di Jalur Bebek.
3. Puncak Songgo Langit
Puncak Songgo Langit salah satu puncak yang ada di Gunung Muria dengan ketinggian hampir sama dengan Puncak Natas Angin yang memiliki ketinggian sekitar 1500 MDPL.
Lokasi puncak yang satu ini juga sejalur dengan pendakian Puncak Natas Angin. Bahkan hanya dengan waktu 10 menit para pendaki bisa mencapai Puncak Songgo Langit dari Puncak Natas Angin.
Di Puncak Songgo Langit sendiri juga terdapat petilasan yang biasanya digunakan menyepi oleh para peziarah.
Namun pemandangan yang disuguhkan dan bisa disaksikan dari puncak juga tidak kalah bagusnya.
4. Puncak Argopiloso
Puncak Argopiloso adalah satu dari sekian banyak puncak yang ada di Gunung Muria yang sering dijajaki oleh para pendaki. Puncak Argopiloso sendiri memiliki ketinggian 1581 MPDL.
Puncak Argopiloso sendiri bisa dilakui melalui Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus. Dan awal pendakian Puncak Argopiloso berada di komplek air tiga rasa, Rejenu.
Komplek air tiga rasa ini sering menjadi jujugan para peziarah setelah mengunjungi komplek makam Sunan Muria.
Pasalnya di tempat ini terdpaat beberapa sumber air yang memiliki berbagai rasa yang unik. Diantaranya rasa manis, rasa soda, bahkan ada rasa yang seperti jeruk.
Jalur pendakian Argopiloso sendiri melewati samping komplek air tiga rasa. Meski bisa ditempuh dengan durasi dua hingga tiga jam, track menuju puncak bisa dibilang terjal. Ditambah sepanjang perjalanan medan yang dilalui merupakan medan akar.
Kemudian di tengah perjalanan nantinya para pendaki akan menjumpai sebuah petilasan yang cukup besar dengan beberapa tatanan batu yakni petilasan Eyang Subakir.
Di sepanjang jalur pendakian, para pendaki akan disuguhi oleh asrinya hutan Gunung Muria yang masih asri.
Ditambah lagi masing jarang pendaki yang sering mendaki ke puncak Argopiloso membuat suasana alam menjadi terjaga. Dari puncak nantinya akan terlihat puncak Natas Angin, Saptorenggo, maupun Argojembangan.
5. Puncak Argojembangan
Puncak Argojembangan atau sering dikenal puncak punuk sapi. Puncak yang satu ini memiliki ketinggian sekitar 1480 MDPL.
Dinamakan punuk sapi karena bentuk puncaknya jika dilihat dari kejauhan seperti punuk sapi.
Selain itu, pemandangan saat berada di puncak memiliki keindahan flora dan faunanya sendiri. Bentangan alam pegunungan Gunung Muria dan Kabupaten Kudus terlihat dari ketinggian.
Puncak Argojembangan sendiri bisa dilalu dari Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus. Jalur tersebut hampir sama dengan jalur Puncak Argopiloso tetapi berbeda persimpangan.
Perjalanan tracking diawali melalui kawasan perhutani yang berada diatas perbatasan kompleks permukiman warga yang bernama Toyo Kuning.
Kemudian dilanjutkan menuju Guyangan Camping Ground atau biasanya dijadikan pos pertama. Setelah itu melalui luasanya perkebunan kopi.
Di puncak sendiri terdapat tugu perbatasan atau monumen titik nol sebagai simbol perbatasan Kudus-Pati. Serta di puncak bisa melihat pemandangan yang indah dan memanjakan mata.
Selain lima puncak tersebut, masih banyak puncak yang lainnya di Gunung Muria. Yang paling terpenting siapkan mental dan fisik sebelum melakukan pendakian. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi