RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kondisi peternak ayam petelur di Kabupaten Temanggung semakin tertekan. Harga telur di tingkat peternak kini hanya berkisar Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Sementara, biaya produksi atau harga pokok produksi (HPP) diperkirakan mencapai Rp24.500 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat sekitar 550 peternak serta anak kandang, menggelar aksi damai. Mereka membagikan 5.500 ekor ayam secara gratis kepada warga di Alun-alun Temanggung, Senin (10/8).
Penanggung jawab aksi, Buyung Adi Nugraha, mengatakan, pembagian ayam tersebut menjadi bentuk keprihatinan. Itu sekaligus solidaritas peternak yang tengah menghadapi tekanan biaya produksi.
“Per hari ini harga pakan sudah ada yang Rp8.000 per kilogram. Ada yang Rp7.800, paling murah sekitar Rp7.600. Sementara harga telur di tingkat peternak hanya Rp19.000-Rp20.000,” ujarnya.
Dengan harga pakan saat ini, lanjut Buyung, peternak membutuhkan harga telur setidaknya Rp24.500 per kilogram agar dapat menutup biaya produksi. Angka tersebut bahkan masih di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.
“Kalau mengingat kondisi harga pakan saat ini, setidaknya HPP kami sekitar Rp24.500. Sedangkan HAP pemerintah Rp26.500,” katanya.
Awalnya, peternak Temanggung menargetkan membagikan sekitar 3.000 ekor ayam. Namun, jumlah bantuan dari para peternak terus bertambah hingga mencapai 5.500 ekor.
Aksi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dengan total sekitar 50.000 ekor ayam yang dibagikan.
Buyung berharap, aksi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat. Jika tidak ada tindak lanjut konkret, pihaknya membuka kemungkinan memperluas gerakan hingga tingkat nasional.
“Kalau aspirasi kita tidak tersentuh atau tidak ada tindak lanjut dari pemerintah pusat, mungkin gerakan ini bisa sampai ke nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan, mengatakan, Pemkab Temanggung telah lebih dahulu menerima aspirasi peternak dan mengirimkan surat kepada Menteri Pertanian pada 7 Agustus 2026.
Dalam surat tersebut, Pemkab mengusulkan sejumlah langkah. Mulai dari pengendalian harga pakan, perpanjangan program jagung subsidi SPHP, penyesuaian HAP telur, perlindungan peternak rakyat hingga mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu supaya pemerintah memprioritaskan pembelian telur dan produk peternakan dari peternak rakyat.
Baca Juga: Yamaha Mio Punya Banyak Pesaing, Ini 3 Motor Matik yang Jadi Rival Kuat di Indonesia
“Kami tidak hanya sekadar berkirim surat. Pemkab bersama Forkopimda dan DPRD akan terus mengawal. Ketika mereka membutuhkan pendampingan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat, kami siap mendampingi,” tegas Agus.
Pemkab mencatat, populasi ayam petelur di Temanggung mencapai sekitar 1,2 juta ekor. Karena itu, keberlanjutan usaha peternak dinilai penting untuk menjaga ekonomi masyarakat sekaligus ketersediaan pangan.
“Sekali lagi, kami mengapresiasi para peternak ayam petelur yang telah menyalurkan aspirasi ke kami. Semoga ini menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga keberlangsungan usaha peternakan selalu terjaga dan tidak dalam kondisi terhimpit,” tambah Agus.
Aksi pembagian ayam gratis ini, mendapat antusiasme warga sekitar. Seperti diakui Tatag, 80, warga Jampiroso. Ia mendapat satu ekor ayam untuk dibawa pulang. Bahkan, ia berencana untuk memasak opor ayam yang didapat.“Mau dimasak saja. Kalau dipelihara repot. Nanti langsung dimasak sama anak dan cucu,” akunya. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi