RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 di SD Negeri Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, berlangsung sederhana dan penuh semangat.
Sekolah ini hanya mendapat dua siswa baru untuk kelas 1. Namun, hal tersebut tak menyurutkan antusiasme para murid dalam memulai jenjang pendidikan dasar.
Salah satu siswa baru, Gilang Arshaka, tampak ceria saat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, Senin (13/7). Meski hanya memiliki satu teman sekelas, yakni Miko Surya Nugraha, Gilang mengaku senang bisa bertemu teman baru dan mulai belajar di sekolah.
Baca Juga: Hanya Terima Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 1 Tetap Gelar MPLS Meriah dengan Tema Sirkus
"Iya senang dan semangat. Ketemu banyak teman-teman (kakak kelas)," aku Gilang Arshaka, saat diwawancara.
Pada hari pertama, Gilang memperkenalkan diri di hadapan guru serta kakak kelasnya di halaman sekolah. Ia terlihat percaya diri dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan dari sekolah.
"Tadi dapat MBG. Makan ayam, sayur, sama ada jeruk. Senang sekolah di sini dapat makan," kata Gilang dengan polos.
Sementara Kepala SD Negeri Butuh, Rita Adi Cahyarini, mengatakan, semangat belajar siswa baru tetap tinggi meski jumlah peserta didik sangat sedikit.
"Yang masuk hari ini baru satu anak karena satu (anak) lagi sakit. Tapi anak ini semangat sekali, pemberani, datang sendiri dan berani maju memperkenalkan diri di depan," ujarnya.
Menurut Rita, jumlah murid yang minim tidak akan memengaruhi proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan menggunakan Kurikulum Merdeka dengan didampingi satu guru kelas.
"Insya Allah pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Selama ini anak-anak tetap bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan baik hingga naik ke jenjang berikutnya," katanya.
Saat ini, total siswa SD Negeri Butuh berjumlah 31 orang dari kelas I hingga kelas VI. Tahun ajaran sebelumnya, sekolah tersebut bahkan hanya memperoleh satu siswa baru.
Sedikitnya jumlah peserta didik diduga dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari akses menuju sekolah lain yang dinilai lebih mudah, keberadaan sekolah swasta di sekitar wilayah, hingga berkurangnya jumlah anak usia sekolah di lingkungan setempat.
Baca Juga: Gagal Menyalip, Innova Tabrak Truk di Tol Bawen–Salatiga, Sopir Luka Berat
Kendati demikian, sekolah terus berupaya mempertahankan kualitas pendidikan. Selain itu, ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler di SDN Butuh. Itu seperti Pramuka dan TPQ tetap.
"Kami dari sekolah sudah berupaya menggaet siswa. Termasuk meningkatkan fasilitas sekolah hingga promosi sekolah melalui kerja sama dengan kelurahan juga media sosial," tandas Rita. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi