Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kawal Program MBG, Mahasiswa Temanggung Geruduk Kantor Bupati Tuntut Transparansi Anggaran

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:52 WIB
Mahasiswa Temanggung menyamoaikan aspirasinya di depan kantor bupati pada Kamis (18/6). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Mahasiswa Temanggung menyamoaikan aspirasinya di depan kantor bupati pada Kamis (18/6). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

 

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Gelombang kritis mahasiswa di daerah mulai merespons kebijakan nasional. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Temanggung melakukan aksi demonstrasi langsung di depan Kantor Bupati Temanggung pada Kamis (18/6).

Aksi lapangan ini membawa sejumlah tuntutan krusial terkait efektivitas program daerah serta transparansi program nasional di tingkat lokal.

Berdasarkan laporan langsung wartawan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, para mahasiswa awalnya melakukan orasi secara bergantian di depan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Temanggung. Suasana sempat menghangat sebelum akhirnya Bupati Temanggung, Agus Setyawan, bersama Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, turun langsung ke halaman Setda untuk menemui dan berdialog dengan massa.

Baca Juga: Kobaran Api Mendadak Gegerkan Warga Banjardowo Semarang, Bekas Gudang Rongsok Terbakar Hebat

3 Tuntutan Utama PMII Temanggung: Dari Isu UMKM hingga Audit MBG

Ketua PMII Temanggung, Muhammad Luthfi, dalam wawancara di lokasi menyatakan bahwa situasi nasional dan daerah yang dinilai kurang kondusif memicu mahasiswa untuk mengambil sikap tegas.

"Kami membawa aspirasi masyarakat yang resah. Ada program daerah yang serapannya besar tapi tidak berdampak maksimal, dan ada pemborosan anggaran di program nasional," tegas Luthfi lantang di hadapan jajaran Pemkab.

Secara spesifik, PMII Temanggung menyodorkan tiga poin tuntutan utama kepada pemerintah:

1. Perluasan Jaring Pengaman Sosial: Mendesak pemkab segera memperkuat bantuan langsung tunai (BLT), subsidi transportasi umum, serta mempermudah akses kredit bagi UMKM lokal yang terdampak lesunya ekonomi.

2. Audit Total Program MBG: Menuntut transparansi dan audit menyeluruh terhadap pengadaan barang/jasa dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Temanggung.

3. Ruang Diskusi Publik Eksklusif: Meminta bupati membuka forum dialog resmi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat guna mengawal kebijakan daerah. Jika tidak ditindaklanjuti, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

Baca Juga: Hasil Fase Grup Piala Dunia 2026: Jerman Menggila, Brasil dan Spanyol Tersandung

Bupati Janji Teruskan ke Pusat dalam 7 Hari

Merespons langsung tuntutan tersebut, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengapresiasi daya kritis mahasiswa. Ia langsung mengajak perwakilan mahasiswa untuk duduk bersama dan berjanji akan membawa poin-poin tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam waktu kurang dari satu minggu.

"Untuk tuntutan yang berkaitan langsung dengan Kabupaten Temanggung, saya pastikan ini akan menjadi pembahasan intensif pekan ini. Kami ingin semua aspirasi teman-teman terakomodasi dengan baik," ujar Agus Setyawan.

Agus berupaya, supaya roda pemerintahan di Kabupaten Temanggung tetap bersih dan baik. Pemerintah daerah juga terus memantau mengenai program nasional MBG serta KDMP yang dijalankan. Kami juga bergerak cepat saat ada insiden keracunan.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Pelecehan via WhatsApp yang Gegerkan UNNES Semarang, Berawal dari Chat Viral hingga Terduga Pelaku Dikepung Massa

"Kami juga bergerak cepat saat ada insiden keracunan. Termasuk memberikan suspend kepada SPPG yang bermasalah. Kami juga mengapresiasi mahasiswa yang telah mengkritisi program pemerintah pusat dan pemkab Temanggung," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini memastikan bahwa aksi penyampaian pendapat ini berjalan dengan sangat tertib, kondusif, dan tanpa anarki.

"Kepolisian tidak akan pernah membatasi teman-teman mahasiswa dalam berekspresi. Tugas kami adalah menjaga, melindungi, dan melayani. Hak masyarakat harus dijaga secara seimbang, dan hari ini mahasiswa telah menyuarakan suara rakyat dengan cara yang sangat baik," pungkas AKBP Zamrul Aini. (dev)

Editor : Baskoro Septiadi
#demonstrasi mahasiswa temanggung #pmii temanggung #bupati agus setyawan #transparansi anggaran daerah #program Makan Bergizi Gratis