RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Polisi mengungkap perkiraan waktu kematian empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah tenda glamping kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter forensik, para korban diperkirakan telah meninggal 8 hingga 12 jam sebelum ditemukan.
Baca Juga: Polisi Bilang Begini Soal Hasil Autopsi Korban Tewas Tragedi Glamping di Temanggung
Diketahui, keempat korban ditemukan pada pukul 15.45 WIB hari Rabu (27/5) dalam kondisi tubuh sudah kaku.
Artinya para korban diperkirakan menghirup gas karbon monoksida sejak tengah malam atau diduga meninggal dunia sekitar pukul 3.00 pagi.
"Kalau berdasarkan perkiraan dokter, saat korban ditemukan pukul 15.45 WIB kondisinya sudah kaku. Artinya diperkirakan korban meninggal sekitar 8 sampai 12 jam sebelumnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, Jumat (29/5).
Dengan estimasi tersebut, polisi menduga para korban meninggal dunia pada rentang waktu malam hingga pagi hari sebelum akhirnya ditemukan pada sore harinya.
“Jadi kemungkinan dari malam sampai pagi korban sudah meninggal dunia hingga saat ditemukan sore hari tubuhnya sudah dalam kondisi kaku,” sambungya.
Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Baik itu akibat benda tajam maupun benda tumpul.
“Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik,” tegas Komang.
Sementara itu, penyidik masih mendalami dua dugaan kuat penyebab kematian, yakni keracunan makanan atau paparan gas hasil pembakaran barbeque.
Dugaan paparan gas karbon monoksida (CO) menguat setelah polisi menemukan satu set kompor gas portable berada tepat di teras atau mulut tenda.
Baca Juga: Identitas 4 Orang Sekeluarga Asal Ambarawa yang Tewas saat Camping di Kawasan Wisata Temanggung
Saat ditemukan, kondisi pintu dan ventilasi tenda glamping tertutup rapat. Sehingga, diduga gas hasil pembakaran (asap) saat beraktivitas memasak barbeque masuk dan terperangkap di dalam tenda.
Meski demikian, polisi masih menunggu hasil resmi autopsi dan laboratorium forensik dari Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.
Autopsi telah dilakukan terhadap salah satu korban berinisial AEH, 17, pada Kamis (28/5/2026). Hasil lengkap pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu hingga lima hari ke depan.
"Untuk hasil otopsi diperkirakan keluar lima hari ke depan," tambah Kasat Reskrim. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi