Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seperti Ini Fasilitas Tenda Limas yang Ditempati 4 Korban Tewas saat Glamping di Temanggung

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:01 WIB
Korban saat dievakuasi dari lokasi glamping. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Korban saat dievakuasi dari lokasi glamping. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Polisi mengungkap kondisi fasilitas tenda limas yang ditempati empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, sebelum ditemukan meninggal dunia di lokasi glamping kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), fasilitas di dalam tenda terbilang sangat minim. Polisi hanya menemukan dua kasur dan sleeping bag di dalam tenda yang digunakan para korban untuk bermalam.

Diketahui, tenda tersebut berbentuk limas. Dengan ukuran sekitar 4x7 meter dengan kapasitas maksimum 4 orang.

Baca Juga: Polisi Bilang Begini Soal Hasil Autopsi Korban Tewas Tragedi Glamping di Temanggung

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan, tidak ditemukan fasilitas tambahan seperti penghangat ruangan maupun water heater di dalam tenda.

“Kalau dari dalam tenda, yang ditemukan hanya dua kasur dan sleeping bag. Tidak ada penghangat atau water heater di dalam tenda,” ujarnya Jumat (29/5).
Komang menjelaskan, kondisi tenda saat ditemukan dalam keadaan tertutup rapat. Pintu utama tenda dalam posisi tertutup, begitu pula ventilasi di sisi kanan dan kiri.

Menurutnya, kondisi tertutup rapat ini menjadi salah satu faktor yang kini didalami penyidik dalam mengungkap penyebab kematian empat korban.
“Pintu tenda tertutup rapat, ventilasi kanan dan kiri juga tertutup rapat,” katanya.

Di bagian luar atau tepat di teras tenda, polisi menemukan satu set kompor gas portable yang sebelumnya digunakan korban untuk kegiatan barbeque. Posisi kompor berada persis di depan mulut tenda.

Baca Juga: Gas Karbon Monoksida Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya 4 Wisatawan Sekeluarga di Temanggung

Saat ditemukan petugas, regulator masih terpasang dalam kondisi off. Sementara isi gas diketahui sudah habis.

Temuan tersebut memperkuat dugaan sementara adanya paparan gas karbon monoksida (CO) hasil pembakaran yang masuk dan terperangkap di dalam tenda berbentuk limas.

“Karena bentuknya limas, dimungkinkan asap hasil pembakaran naik dan masuk ke dalam tenda, kemudian terperangkap ketika pintu dan ventilasi ditutup,” jelas Komang.

Polisi menduga, setelah selesai memasak barbeque, para korban beristirahat di dalam tenda tanpa menyadari adanya gas sisa pembakaran yang masih terjebak di dalam ruangan tertutup.

Selain kompor portable, polisi juga mengamankan satu tungku tanah liat untuk membakar briket. Kemudian terdapat sisa makanan berupa daging, sosis, jagung, tahu, nasi putih, selada, dan jamur enoki yang ditemukan di sekitar teras tenda.

Baca Juga: 4 Jenazah Sekeluarga yang Tewas di Kawasan Wisata Posong Temanggung Tiba di Rumah Duka

Meski terdapat dua dugaan penyebab kematian, yakni keracunan makanan dan keracunan gas, hasil pemeriksaan awal dokter forensik disebut lebih mengarah pada paparan gas hasil pembakaran.

Hal itu diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas muntahan di dalam maupun sekitar tenda, yang umumnya menjadi indikasi awal keracunan makanan.
Saat ini, polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik dan autopsi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya empat korban di dalam tenda glamping tersebut. (dev)

Editor : Baskoro Septiadi
#sekeluarga tewas #tenda Glamping #temanggung