RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Polisi mengamankan sejumlah barang di tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, di sebuah glamping lokasi wisata di Kledung, Temanggung.
Barang tersebut diantaranya sepaket alat bakar-bakar, seperti gas portable, satu tungku tanah liat untuk membakar briket, hingga kompor pemanggang.
Polisi juga memeriksa sisa makanan yang berada di teras tenda glamping. Itu berupa sosis, daging, jagung, tahu, nasi, dan selada sayur, serta terdapat jamur enoki. Barang lainnya berupa kamera, lima handphone berbagai merek, serta satu buah mobil Honda Jazz.
Baca Juga: Gas Karbon Monoksida Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya 4 Wisatawan Sekeluarga di Temanggung
Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan, mendalami kondisi kompor gas portable yang ditemukan tepat berada di teras atau mulut tenda glamping.
Saat ditemukan petugas, gas portable itu masih terpasang dalam kondisi off. Sementara, isi gas diketahui sudah habis."Gas-nya masih terpasang namun dalam kondisi off. Dan isi gas sudah habis saat ditemukan," katanya Jumat (29/5).
Temuan tersebut, lanjut Komang, menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan. Polisi menduga gas hasil pembakaran saat barbeque bisa saja masuk dan terperangkap di dalam tenda.“Posisi kompor ditemukan tepat di depan pintu tenda. Pintu dan ventilasi kanan-kiri saat ditemukan dalam kondisi tertutup rapat,” kata Komang.
Dugaan sementara, gas karbon monoksida (CO) dari proses pembakaran masuk ke dalam tenda berbentuk limas dan terhirup korban saat tertidur.
Meski demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Hal itu untuk memastikan apakah kematian para korban disebabkan keracunan gas atau faktor lain. Termasuk kemungkinan keracunan makanan.
Menurut Komang, pemeriksaan awal dokter forensik mengarah pada dua dugaan kuat. Yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran. Namun dugaan kuat sementara lebih mengarah pada paparan gas karbon monoksida.
"Dugaan kuatnya memang ada dua. Tetapi lebih mengatah ke keracunan gas hampir pembakaran," katanya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola wisata. Saat ini masih terus mendalami seluruh barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya, empat wisatawan yang merupakan satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping di kawasan wisata di Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5).
Mereka adalah Muhamad Ali Munawar, 52, yang merupakan ayah dan istrinya Maghfirah, 43. Dua korban lainnya adalah AEH, 16, dan BAH, 21, merupakan anak.
Keempat jenazah saat ini sudah dimakamkan di Banyubiru, Ambarawa, Kabupaten Semarang. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi