RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Peristiwa tragis meninggalnya empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, di sebuah glamping lokasi wisata di Kledung, Temanggung, pada Rabu (27/5) malam, mengungkap dugaan baru.
Meninggalnya keempat korban diduga kuat menghirup gas karbon monoksida (CO), yang bersumber dari pembakaran gas untuk kompor portable. Terlebih, sebelum peristiwa tragis itu terjadi, para korban berpesta barbeque.
Dalam hal ini, Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, berdasarkan keterangan dari dokter forensik, terdapat dua dugaan kuat penyebab kematian keempat korban.
"Yang pertama keempat korban diduga meninggal dunia karena keracunan makanan. Lalu yang kedua diduga karena keracunan gas hasil pembakaran (barbeque)," katanya kepada wartawan, Jumat (29/5). Kendati begitu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik.
Komang menjelaskan, saat ini, kepolisian masih melaksanakan penyelidikan dan pendalaman mengenai misteri kematian empat korban. Polisi juga memeriksa saksi-sakti termasuk keterangan yang diberikan.
Baca Juga: 4 Jenazah Sekeluarga yang Tewas di Kawasan Wisata Posong Temanggung Tiba di Rumah Duka
Dari pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas menemukan sepaket alat bakar-bakar, seperti gas portable, satu tungku tanah liat untuk membakar briket, hingga kompor pemanggang.
Polisi juga memeriksa sisa makanan yang berada di teras tenda glamping. Itu berupa sosis, daging, jagung, tahu, dan selada sayur, serta terdapat jamur enoki.
"Untuk makanan dan alat bakar itu dibawa sendiri (oleh korban) untuk masak di TKP," jelasnya.
Dari hasil temuan di TKP, tuas gas portable itu masih terpasang. Meski begitu, kondisinya off atau tidak menyala."Sudah dalam keadaan off (gas-nya)," tambah Komang.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kematian 4 Sekeluarga Asal Ambarawa saat Camping di Kawasan Wisata Temanggung
Di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan muntahan atau bekas lain berupa indikasi keracunan makanan. Bahkan, saat ditemukan, para korban seperti dalam keadaan tidur, namun kondisi tubuh sudah kaku.
"Setelah kami laksanakan penyelidikan di dalam tenda maupun di luar tenda, di sekitaran TKP itu tidak ada ditemukan bekas muntah atau dugaan lain yang bisa diamankan," tegas I Komang Mahendra. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi