RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Polisi mengungkap perkembangan terbaru penyelidikan kasus meninggalnya 4 wisatawan asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang ditemukan tak bernyawa di tenda Glamping di kawasan wisata, di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan saat ini penyidik mengerucutkan penyelidikan pada dua kemungkinan penyebab kematian korban.
Baca Juga: 4 Jenazah Sekeluarga yang Tewas di Kawasan Wisata Posong Temanggung Tiba di Rumah Duka
“Perkembangan lanjut ada dua kemungkinan. Dari makanan dan gas hasil bakar-bakar barbeque,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5) malam.
Kendati demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.
“Ini masih dugaan karena kami masih menunggu hasil dari Labfor,” tegasnya.
Sebelumnya, empat korban diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka adalah MAM, 52, M, 43, AEH, 17, dan BAH, 21.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut tiba di lokasi glamping pada Selasa (26/5) sekitar pukul 21.05 WIB untuk berwisata dan menginap.
Pada malam hari, korban diduga sempat menggelar barbeque menggunakan makanan yang dibawa sendiri.
Keesokan paginya, petugas glamping sempat mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB, namun tidak mendapat respons dari dalam tenda.
Petugas kembali mendatangi tenda sekitar pukul 11.30 WIB untuk mengingatkan waktu check-out, tetapi tetap tidak ada jawaban.
Hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, petugas membuka tenda dan mendapati keempat korban telah meninggal dunia.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kondisi tenda diketahui masih rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Informasi awal dari tim medis menyebutkan terdapat busa di mulut korban, yang memunculkan dugaan awal keracunan.
Selain memeriksa kemungkinan keracunan makanan, polisi juga mendalami kemungkinan paparan gas sisa pembakaran barbeque yang digunakan korban di dalam area glamping.
Jenazah para korban sebelumnya telah dievakuasi ke RSUD Temanggung untuk menjalani autopsi oleh tim forensik Polda Jawa Tengah sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di Ambarawa. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi