RADARSEMARANG.ID, Semarang - Empat jenazah sekeluarga yang meninggal dunia di lokasi wisata Posong di Kledung, Temanggung, dibawa ke rumah duka di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Jenazah berangkat dari RSUD Temanggung pada Kamis (28/5) sekitar pukul 14.27 WIB. Jenazah diantarkan dengan empat mobil ambulans.
Sebelumnya, tim DVI Forensik Polda Jawa Tengah telah melakukan otopsi terhadap salah satu korban.
Hal itu untuk mengetahui penyebab kematian korban. Tim forensik juga memeriksa makanan terakhir yang dikonsumsi keempat korban.
Diketahui, keempat korban merupakan warga Ambarawa. Mereka masing-masing berinisial MAM, 52, yang merupakan ayah, M, 43, merupakan ibu, dan dua anak laki-lakinya AEH, 17, dan BAH, 21.
Sebelumnya, jenazah tiba di RSUD Temanggung pada Rabu (27/5) malam. Kemudian dilakukan otopsi pada Kamis (28/5) pagi sekitar pukul 08.00.
"Otopsi sudah sejak pukul 08.00 pagi tadi," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra.
Usai jenazah selesai diotopsi, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya keempat jenazah diantarkan menuju rumah duka di Ambarawa, Kabupten Semarang.
Diberitakan sebelumnya, empat wisatawan yang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dunia di salah satu lokasi wisata di Kabupaten Temanggung, Rabu (28/5) malam.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kematian 4 Sekeluarga Asal Ambarawa saat Camping di Kawasan Wisata Temanggung
Kronologi kejadian, keluarga tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5) sekitar pukul 21.05 WIB.
Mereka menggunakan mobil Honda Jazz dan menempati tenda glamping di lokasi tersebut.
Keesokan paginya, Rabu (27/5), sekitar pukul 09.00 WIB, petugas sempat mengantarkan sarapan ke tenda korban. Namun saat dipanggil tidak ada jawaban dari dalam.
Lalu, sekitar pukul 11.30 WIB petugas kembali mendatangi tenda untuk mengingatkan jadwal check-out. Tetapi tetap tidak ada respons para korban.
Karena tidak ada jawaban, sekitar pukul 15.45 WIB petugas membuka tenda dan mendapati keempat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Karena tidak ada jawaban, maka petugas membuka pintu dan terlihat keempat korban sudah meninggal dunia dan kaku di lokasi kejadian," jelas Komang.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tenda juga terlihat rapi.
Namun petugas menemukan adanya busa di mulut para korban serta posisi tangan korban dalam keadaan menggenggam.
“Untuk dugaan penyebab kematian kami belum bisa memastikan. Karena saat ini masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap makanan yang dibawa korban,” sambung Kasat Reskrim. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi