RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Sekeluarga yang terdiri dari 4 orang ditemukan tewas di salah satu lokasi wisata di Kabupaten Temanggung, Rabu (28/5) malam.
Korban diketahui merupakan warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka terdiri dari ayah, ibu, serta dua anak laki-laki masing-masing berusia 21 tahun dan 16 tahun.
Informasi yang dihimpun, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata pada Selasa (26/5) sore untuk berlibur. Mereka camping atau menginap di salah satu tempat wisata di kawasan tersebut.
Baca Juga: 4 Orang Sekeluarga Tewas saat Menginap di Kawasan Wisata Temanggung, Diduga karena Hal Ini
Diduga, pada malam harinya, kermpat korban makan bersama menggunakan menu makanan yang dibawa sendiri. Setelah itu, keempatnya beristirahat di kamar masing-masing dalam satu unit penginapan.
Kecurigaan mulai muncul pada Rabu (27/5) pagi saat petugas pengelola mengantarkan makanan ke kamar korban. Saat pintu diketuk, tidak ada respons dari dalam kamar.
Petugas kemudian kembali mendatangi kamar sekitar pukul 11.00 WIB untuk memberitahukan terkait jadwal check-out. Namun, makanan yang sebelumnya diantar masih terlihat utuh dan terbungkus rapi.
Baca Juga: SPPG Tlogorejo 01 Temanggung Minta Maaf, Tanggung Biaya Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG
Hingga sore hari, petugas kembali melakukan pengecekan dan mendapati seluruh penghuni kamar dalam kondisi tidak bernyawa.
Dari informasi awal di lokasi kejadian, ditemukan busa keluar dari mulut para korban. Kondisi tersebut memunculkan dugaan awal adanya keracunan.
Mengenai peristiwa ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).
"Iya benar, keempat korban ditemukan Rabu kemarin," kata Iptu I Komang Mahendra Deputra.
Petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tim gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Rabu malam.
Setelah proses identifikasi, jenazah keempat korban dievakuasi ke RSUD Temanggung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian dilakukan autopsi pada Kamis (28/5) pagi oleh tim DVI dari Polda Jawa Tengah. Hal itu guna memastikan penyebab kematian.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya keempat korban. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi