Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

JKN lewat Skema PBPU BP Pemda, Warga Tak Lagi Ragu Datang ke Puskesmas

Puput Puspitasari • Kamis, 30 April 2026 | 22:14 WIB
Warga Temanggung mengakses layanan kesehatan dengan gratis menggunakan JKN. ( IST/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Warga Temanggung mengakses layanan kesehatan dengan gratis menggunakan JKN. ( IST/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.IDTemanggung – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lewat skema Peserta Bukan Penerima Upah yang didaftarkan pemerintah daerah (PBPU BP Pemda) pelan-pelan jadi sandaran banyak warga. Program ini bukan sekadar angka kepesertaan, tapi mulai terasa manfaatnya saat masyarakat benar-benar membutuhkan layanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menilai skema ini menjadi salah satu penopang penting akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang belum mampu membayar iuran secara mandiri. “PBPU BP Pemda sangat membantu karena memberikan jaminan kepada masyarakat untuk tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya yang berat,” terangnya (30/4/2026).

Menurut Maya, persoalan biaya masih kerap menjadi alasan utama masyarakat menunda berobat. Dalam situasi seperti itu, kehadiran pemerintah daerah melalui pembiayaan iuran menjadi titik penting.

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat yang sebelumnya ragu kini bisa lebih yakin untuk datang ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Maya mengatakan, manfaat program ini tidak selalu terlihat secara kasat mata. Selain akses layanan, ada rasa aman yang ikut terbentuk. Masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran soal biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Ketika seseorang sudah terdaftar, ada kepastian layanan. Itu yang membuat masyarakat lebih tenang,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program tetap membutuhkan komitmen dari pemerintah daerah, terutama dalam hal validasi data dan penganggaran. Tanpa itu, manfaat program berpotensi tidak optimal. “Sinergi menjadi kunci agar program ini bisa terus berjalan dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Maya.

Di Temanggung, manfaat itu dirasakan langsung oleh Cahyo. Ia mengaku dulu kerap menunda berobat karena terbebani biaya.

“Dulu kalau sakit, saya pikir-pikir dulu. Kadang ditahan saja,” tuturnya.

Kini, setelah terdaftar sebagai peserta JKN melalui PBPU BP Pemda, ia tidak lagi ragu datang ke fasilitas kesehatan. Ia bisa menjalani pemeriksaan hingga mendapatkan rujukan tanpa harus memikirkan biaya layanan.

“Sekarang lebih tenang. Tinggal berobat saja, tidak kepikiran biaya,” ujarnya.

Bagi Cahyo, perubahan itu bukan hal kecil. Kekhawatiran yang dulu selalu muncul setiap kali sakit, kini perlahan hilang. “Kalau ada yang sakit di rumah, tidak panik lagi. Sudah ada jaminan,” kata dia.

Pengalaman tersebut sejalan dengan perubahan yang terlihat pada pemanfaatan layanan kesehatan. Dari sisi pelayanan kesehatan, perubahan itu juga terlihat dari meningkatnya kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Warga yang sebelumnya menunda kini datang lebih awal untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Bagi sebagian orang, langkah sederhana itu menjadi awal dari upaya menjaga kesehatan secara lebih berkelanjutan, bukan sekadar berobat saat sakit datang. (put/bis/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#BPJS KESEHATAN #Maya Susanti #jaminan kesehatan nasional