RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Terbayang oleh banyak orang, ketika sakit datang yang pertama kali muncul bukan hanya rasa nyeri yang harus ditahan, tetapi juga kekhawatiran tentang biaya pengobatan. Bagi sebagian keluarga, sakit bisa menjadi beban ganda. Kondisi tubuh yang melemah sekaligus kecemasan dalam menghadapi biaya pelayanan kesehatan.
Situasi semacam itu pernah dirasakan oleh Okta Fiya Bela, pelajar asal Desa Ginting Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.
Di usianya yang masih muda, Bela, begitu gadis ini akrab disapa, pernah mengalami kondisi ketika kesehatannya menurun dan membuat aktivitas belajarnya terganggu. Saat itu, ia dan keluarga menyadari bahwa memiliki jaminan terhadap layanan kesehatan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Namun, kekhawatiran mengenai biaya pengobatan sempat menjadi hal yang terlintas dalam pikiran.
Sejak terdaftar menjadi peserta JKN sebagai salah satu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) kekhawatiran tersebut tidak lagi terlalu dirasakan. “Alhamdulillah saya sudah beberapa kali menggunakan JKN untuk berobat. Sangat membantu, karena saat sakit saya tidak perlu memikirkan biaya lagi,” ujar Bela.
Sebagai seorang pelajar, kesehatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-harinya. Ketika tubuh tidak dalam kondisi yang baik, kegiatan belajar menjadi tidak maksimal dan konsentrasi pun menurun. Karena itu, kepastian untuk dapat memperoleh pelayanan kesehatan ketika dibutuhkan menjadi hal yang sangat berarti.
Bela menuturkan, selama memanfaatkan layanan JKN ia mengikuti prosedur pelayanan yang telah ditetapkan. Ia memulai pengobatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebelum mendapatkan pelayanan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Menurutnya, alur pelayanan tersebut cukup jelas dan mudah dipahami oleh peserta. Petugas di fasilitas kesehatan juga memberikan penjelasan yang membantu sehingga peserta dapat mengikuti prosedur yang berlaku.
“Kalau mengikuti prosedurnya sebenarnya tidak membingungkan. Petugas juga menjelaskan dengan baik,” katanya.
Bagi Bela dan keluarga, program ini tidak hanya memberikan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang ketika menghadapi kondisi sakit.
“Yang paling terasa itu rasa aman. Saat sakit, saya bisa fokus untuk sembuh tanpa harus memikirkan biaya pengobatan,” ungkapnya.
Terkait antrean pelayanan di fasilitas kesehatan, Bela menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Menurutnya, banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan melalui JKN menunjukkan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kadang memang harus menunggu, tapi menurut saya itu hal yang biasa karena banyak yang berobat juga. Yang penting tetap dilayani dengan baik,” ujarnya.
Bela menilai bahwa sakit merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya, sehingga perlindungan kesehatan menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan sejak awal.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mendaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga memastikan status kepesertaannya tetap aktif agar dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
“Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit. Jadi menurut saya penting sekali memastikan kepesertaan JKN tetap aktif supaya saat dibutuhkan kita sudah terlindungi,” tutup Bela. (*/put)Editor : H. Arif Riyanto