RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung bergerak cepat menindaklanjuti temuan makanan berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tim investigasi langsung diterjunkan pada Selasa (24/2). Yakni untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa.
Baca Juga: Orang Tua Siswa di Temanggung Keluhkan Menu MBG Berjamur, Ada Siswa Muntah hingga Masuk IGD
“Begitu kejadian itu muncul dan menjadi perhatian, kami langsung berkoordinasi. Kami kontak koordinator wilayah SPPG dan juga Kepala Dinas Kesehatan untuk segera dilakukan investigasi,” kata Sekda Temanggung Tri Winarno saat ditemui di kantornya, Selasa (24/2) siang.
Winarno menyebut, Dinas Kesehatan telah menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan.
Bahkan, melakukan penelusuran langsung, termasuk memantau kondisi siswa yang sempat mengonsumsi makanan tersebut.
“Tim sudah turun untuk melakukan sampling dan kunjungan ke siswa. Namun sampai saat ini laporan lengkapnya masih dalam proses,” jelasnya.
Baca Juga: 33,77 Kg Bahan Peledak Dimusnahkan, Polres Kendal Bongkar Potensi Produksi Mercon Skala Besar
Dari informasi sementara, kasus tersebut baru teridentifikasi terjadi di salah satu SPPG di wilayah Giyanti.
Sementara untuk lokasi lain, belum ada laporan serupa yang masuk.
“Kita baru mendapat informasi satu lokasi, yaitu di Giyanti. Untuk yang lain belum ada laporan,” ujarnya.
Kendati demikian, Pemkab Temanggung meminta pengelola program meningkatkan pengawasan mutu makanan secara ketat.
Ia menegaskan quality control harus benar-benar diterapkan secara maksimal.
“Saya mohon dengan sangat kepada koordinator SPPG untuk meningkatkan quality control. Jangan sampai makanan yang diberikan kepada anak didik justru tidak aman,” tegas Winarno.
Ditambahkan, pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas. Tetapi harus memastikan kualitas makanan benar-benar layak konsumsi.
Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena merupakan kasus kedua yang terjadi dalam program tersebut di Temanggung.
“Quality control itu harus betul-betul diterapkan, supaya makanan yang diberikan aman dan tidak menimbulkan efek kesehatan,” imbuhnya.
Baca Juga: Ini Bocoran Jadwal SKTP Terbaru serta Solusi Agar SKTP Segera Terbit dan TPG Cair
Mengenai kemungkinan sanksi, termasuk penutupan dapur penyedia MBG, Winarno masih menunggu hasil investigasi.
Ia juga akan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Kita lihat dulu hasil investigasinya dan ketentuan dalam perjanjian. Nanti akan dievaluasi secara menyeluruh,” katanya.
Pemkab Temanggung berharap investigasi segera rampung dan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan.
Sehingga program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat tanpa risiko bagi para siswa. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi