Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Minat Jadi Pekerja Migran di Temanggung Naik, 661 Warga Sudah Mendaftar

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:11 WIB

 

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Animo warga Kabupaten Temanggung untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus menunjukkan tren peningkatan.

Hingga awal Januari 2026, tercatat 661 warga Temanggung telah mendaftarkan diri sebagai calon PMI melalui sistem resmi pemerintah.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptaningsih, Rabu (14/1).

 Baca Juga: 18 Desa di Temanggung Gelar Pilkades 2026, Empat Diantaranya Lewat Musyawarah Desa

Berdasarkan pendaftaran pada sistem SiskoP2MI (Sistem Komunikasi dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) yang dikelola Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), terdapat 661 orang asal Kabupaten Temanggung yang mendaftarkan diri sebagai calon PMI.

“Sampai hari ini yang terdaftar di SiskoP2MI ada 661 orang. Itu baik yang mendaftar lewat dinas maupun yang mandiri secara online. Sekitar separuhnya atau 330-an mendaftar melalui Dinperinaker Temanggung,” jelas Sri Endang saat ditemui di kantornya.

Seluruh pendaftar tersebut merupakan warga Kabupaten Temanggung yang akan bekerja pada sektor formal.

Itu di luar sektor pelayaran, kapal pesiar, dan pelayanan informal yang tidak tercatat di sistem Dinperinaker.

Baca Juga: Embarkasi YIA Jadi Jalur Baru, Calon Jamaah Haji Temanggung Bakal Berangkat dari Yogyakarta

Meski jumlah peminat meningkat, lanjut Endang, Temanggung masih tergolong bukan daerah kantong PMI di Jawa Tengah.

Jumlah calon PMI dari Temanggung jauh di bawah daerah-daerah yang selama ini menjadi basis pekerja migran.

“Kalau dibandingkan dengan daerah seperti Cilacap atau Brebes itu jauh. Cilacap saja bisa sampai 7.000 orang. Jadi Temanggung ini masih tergolong kecil,” lanjutnya.

Kendati begitu, tren peningkatan tetap terlihat jelas. Pada tahun 2024 lalu, jumlah calon PMI Temanggung tercatat sekitar 500 orang. Artinya, di tahun 2025 terjadi kenaikan lebih dari 160 orang.

“Kalau dibanding tahun kemarin, ini sudah naik. Artinya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri mulai meningkat,” tambahnya.

Endang menegaskan, pekerja migran memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Ia juga mendorong agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, bisa melalui jalur resmi dan legal.

Itu supaya mendapatkan perlindungan hukum, jaminan sosial, serta kepastian hak-hak ketenagakerjaan.

“Mereka ini kan sering disebut pahlawan devisa. Kiriman uang dari luar negeri sangat membantu keluarga dan ekonomi daerah. Kami juga berharap, semakin banyak calon PMI yang memahami pentingnya berangkat melalui jalur resmi demi keselamatan dan masa depan mereka," tandas Endang. (dev)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pekerja Migran Indonesia #temanggung #Pekerja Migran #pahlawan devisa