RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Suasana hening menyelimuti kediaman mahasiswi UNS berinisial DA di Desa Purwodadi, Kecamatan Tembarak, Temanggung, Rabu (2/7).
Mahasiswi tersebut diketahui nekat terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo pada Selasa (1/7/2025).
Saat wartawan Jawa Pos Radar Semarang berkunjung Rabu (2/7/2025) pukul 09.00 WIB, rumah kelurga korban DA nampak sepi.
Pintu rumahnya terkunci dan tidak ada orang di dalamnya. Selain itu, tidak ada aktivitas mencolok maupun tenda duka di lingkungan rumah bercat biru putih tersebut.
Informasi yang diperoleh, keluarga korban DA berangkat ke Solo untuk memastikan pencarian korban di Sungai Bengawan Solo.
"Tidak ada orang di rumahnya. Soalnya kemarin (Selasa) ibu korban bersama anak dan saudaranya berangkat ke Solo setelah dapat kabar dari polisi dan BPBD Temanggung," ungkap NR, tetangga korban, kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Korban DA dikenal sebagai anak yang pintar di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Purwodadi, Tembarak.
DA juga berprestasi dalam hal akademik. Bahkan, selalu mendapat nilai rapor tinggi sejak masih SMP.
Namun, DA cukup pendiam di lingkungannya. Ia tidak banyak berkomunikasi dengan para tetangga.
"Anaknya jarang srawung dan pendiam. Tapi memang pintar dan rangking terus sejak SMP, lalu dapat beasiswa kuliah di Solo itu," cerita NR.
NR menyebut, sebelumnya DA memiliki keinginan kuat untuk masuk kedokteran di UGM. Bahkan berencana akan melanjutkan pendidikan jika sudah lulus dari UNS.
"Tapi ya saya tidak tau. Ternyata dia memilih jalan itu," ujarnya.
DA merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Sejak kecil, gadis 22 tahun ini diketahui hidup jauh dari sosok sang ayah. Lantaran, ayah korban merantau di Kalimantan.
Selain itu, DA jarang pulang ke rumahnya di Purwodadi, Tembarak. Terakhir pulang saat Hari Raya Idul Adha kemarin.
Ketika itu, DA berkeinginan untuk berkurban. Lalu dibelikan kambing kurban oleh ibunya.
NR menyayangkan tindakan DA yang melompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo pada Selasa (1/7/2025). Ia menyebut, sosok DA merupakan gadis yang cantik dan akrab dengan sang ibu.
"Kalau ada apa-apa gitu di sana (Solo), ibunya langsung berangkat. Entah jam berapapun pasti berangkat ke Solo nemenin DA karena sekarang sudah pisah sama bapaknya," bebernya.
Diketahui, DA terakhir berkomunikasi dengan ibunya pada Selasa pagi (1/7). Saat itu DA meminta agar sang ibu tidak datang ke Solo.
"Terakhir itu yang saya tau kemarin pagi masih komunikasi. Mba DA bilang, wis ibu gak usah ke sini aku gak apa apa. Tapi ibunya juga gak punya firasat apa-apa, cuma dia cerita ke saya kalau DA begini. Semoga segera ditemukan dalam keadaan utuh," terang NR.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto membenarkan, bahwa korban DA merupakan warga lingkungan Bangsri, Desa Purwodadi, Tembarak. Ia menerjunkan 15 personil untuk BKO pencarian korban di Sungai Bengawan Solo.
"Kami dibantu sama SARKab Temanggung juga. Jadi kami sifatnya membantu teman-teman yang di Solo. Pada hari kedua pencarian ,sampai pukul 10.00 WIB tadi (korban) belum ditemukan," ujarnya saat dihubungi.
Totok mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim SAR dan BPBD di wilayah Solo dalam pencarian. Bahkan, menerjunkan personel penyelam untuk menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo.
"Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo. Dimulai dari titik awal ditemukannya barang-barang korban," katanya.
Totok menambahkan, kondisi aliran Sungai Bengawan Solo tidak begitu deras. Selain itu, terdapat pendangkalan di sisi kiri kanan sungai.
"Kami tetap mengikuti arahan dari komando di Solo. Tapi kami lihat dari sungainya tidak telalu deras (arusnya)," tambahnya.
Informasi diperoleh, DA akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 12.00 WIB.
Korban terseret sejauh 3,3 kilometer dari titik awal. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi