Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Santri Tewas Dikeroyok Teman, Begini Tanggapan Kemenag Temanggung

Addin Alfath • Selasa, 12 September 2023 | 16:21 WIB

Pondok Pesantren di Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung yang diduga menjadi lokasi penganiayaan santri oleh temannya Senin (11/9).
Pondok Pesantren di Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung yang diduga menjadi lokasi penganiayaan santri oleh temannya Senin (11/9).
 

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Seorang santri di bawah umur meninggal di pondok pesantren (ponpes). Ia diduga menjadi korban penganiayaan.

Informasi yang beredar, korban berinisial MNF, warga Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang. Bocah berusia 15 tahun ini diduga mendapat penganiayaan dengan tangan kosong oleh beberapa temannya.

Jawa Pos Radar Semarang kemudian mendatangi sebuah pondok di Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung yang diduga merupakan lokasi kejadian.

Namun, dua orang menggunakan sarung, peci hitam, satu berkemeja dan satu lainnya berkaos hitam, yang menemui di depan gerbang pondok tersebut, enggan memberikan keterangan.

Mereka juga melarang wartawan mengambil gambar pondok tersebut. Gerbang pondok tampak ditutup. Di bagian depan pondok juga tidak terlihat banyak orang.

Kapolres Temanggung AKBP Ary Sudrajat mengatakan, anak tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan oleh teman-temannya.

Pihaknya masih mendalami terkait motifnya seperti apa. Kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan awal.

Dia juga masih mengumpulkan saksi. “Kita juga meminta keterangan dari ahli. Tentunya dari forensik dan Dokkes di Polda Jawa Tengah,” katanya di sela-sela Gelar Operasional Polda Jawa Tengah di Atria Hotel Magelang Senin (11/9).

Polres Temanggung menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu (10/9). Informasi awal dari Klinik 24 Jam Gumuk Walik Medika, Grabag, Kabupaten Magelang yang menghubungi polsek setempat. Bahwa ada kejadian kasus anak meninggal.

“Untuk tempatnya memang anak itu yang berpondok di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Ini sebagai informasi awal, saya butuh waktu dulu, karena ini masih tahap awal. Saya belum bisa menyampaikan banyak. Anggota saya masih bekerja dari tadi malam dilakukan pemeriksaan sampai hari ini (kemarin, red),” ungkapnya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung mengutuk keras kasus penganiayaan yang diduga terjadi di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

“Kami mengutuk keras terkait dengan kasus penganiayaan tersebut. Sehingga sampai mencederai dan juga sampai melukai salah satu santri yang ada di pondok pesantren,” kata kepala Kemenag Kabupaten Temanggung Fatchur Rochman Senin (11/9) siang.

Pihaknya menyerahkan hal tersebut pada proses hukum. Menurutnya, Seksi Pondok Pesantren Kemenag sudah sering kali melakukan pembinaan, paling tidak setahun sekali.

Setelah mengetahui kejadian ini, Kemenag akan langsung mendatangi pondok tersebut agar dapat mengetahui kejadiannya seperti apa. (din/mha/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Pondok Pesantren #santri #PONPES #korban