RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Puluhan hektare areal pertanian di Kabupaten Temanggung mengering karena kemarau yang berkepanjangan.
Sebagai langkah antisipasi, warga di Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung mengeluarkan dana tambahan untuk biaya perawatan.
Mereka menyewa pompa air untuk menyiram lahan yang kering tersebut.
Warga Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo Ruwalno mengatakan, kekeringan mulai dirasakan warga sejak tiga bulan terakhir.
Air irigasi yang biasa mengairi sawah atau ladang mengering. Supaya tanaman cabai tidak mati, dia mengambil air dari Pikatan.Dengan jarak lebih dari 9 kilometer.
“Saya melakukan ini setiap tiga hari, menggunakan toren air berkapasitas 1000 liter,” katanya.
Dia menyebutkan, saat kekeringan ini pengeluaran bertambah untuk biaya sewa pompa air dan pembelian bensin (BBM) untuk kendaraan serta menyalakan mesin pompa air.
Dalam satu toren menghabiskan biaya Rp 70 ribu. Tanaman miliknya menghabiskan empat tampungan atau toren. Jadi sekali siram 3 hari sekali menghabiskan biaya Rp 280 ribu.
Petani lain Sri Martini mengaku, akibat kemarau panjang ini banyak tanaman cabai yang terganggu perkembangannya.
Seperti layu, daun-daun banyak yang rontok, kerdil, bahkan banyak tanaman cabai yang mati karena kekurangan air. Tanaman lain seperti tomat, dan tembakau juga mengalami kekeringan. (din/lis)
Editor : Agus AP