Ini untuk memeringati kemerdekaan Republik Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
Kepala SMK Mipha Slamet Purwanto mengatakan, pengibaran bendera raksasa berukuran 30 meter x 10 meter ini untuk memupuk rasa nasionalisme para pelajar, masyarakat, dan kaum milenial.
Sehingga mereka sadar akan kebangsaan dan rasa nasionalisme melalui simbol negara berupa bendera Indonesia.
Sekolah memilih pengibaran di Jembatan Sangkil, karena di bawahnya terdapat sungai, dan dapat mengangkat isu global terkait global warming dan perubahan iklim.
“Ini adalah salah satu komitmen kami untuk merawat dan menjaga nasionalisme. Kami juga ikut andil dalam pengelolaan sungai sebagai bentuk menjaga sumber daya alam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Pengibaran bendera raksasa melibatkan warga setempat, BPBD, komunitas panjat tebing, dan siswa.
Juga dilakukan aksi teatrikal perjuangan Mbah Subkhi Parakan meraih kemerdekaan dengan bambu runcing, menebar 12.000 benih ikan di Sungai Galeh (di bawah jembatan Sangkil), dan pembersihan sampah di sekitar sungai.
“Bendera ini kami buat dalam waktu 2 hari. Semua proses pembuatan adalah dari sekolah, dan kerja sama siswa,” ungkapnya.
Siswa kelas XI Akuntansi I asal Tangerang, Damar Aji Santoso mengaku mempersiapkan selama seminggu.
Berkat bantuan BPBD dan masyarakat sehingga pengibaran ini berjalan lancar dan berjaya.
“Kita bisa bangga dengan kemerdekaan Indonesia, makanya kita mengingat dan mengenang kembali sejarah,” tambahnya. (din/lis)
Editor : Baskoro Septiadi