Dia bisa menggambar atau mengukir berbagai macam motif gambar dan tulisan. Dengan peralatan sederhana seperti cutter, pinset, dan pemotong kuku, sandal jepit sudah terlihat berbeda.
Afandi mengatakan, awal mula membuat sandal ukir tersebut karena kehilangan sandal di tempat kerjanya. Dia berinisiatif untuk memberikan nama dan gambar agar tidak hilang lagi. Dari situ, justru diminati oleh teman-temannya. Sejauh ini, untuk pemesanan sandal ukir tersebut, dia telah menerima pesanan berasal dari berbagai kota di Jawa dan Bali.
Kebanyakan motif yang dipesan berupa gambar serta tulisan nama. Menurut dia, sebagian besar pembeli memesan untuk ditulis nama mereka.
“Kalau diukir pakai cutter ini gambarnya permanen, jadi tidak bakal hilang atau pudar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Salah satu peminat Eko mengaku tertarik dengan sandal ukir karya Afandi tersebut, karena dengan sandal ukir ini diharapkan tidak sering tertukar kembali dengan sandal lain. “Saya memesan motif basket dan mancing. Dua hal ini adalah dari hobi saya,” akunya. (din/ton) Editor : Agus AP