Letaknya di lereng gunung Sumbing tepatnya di Dusun Wunut, Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Monumen tersebut dibangun pemerintah Kabupaten Temanggung dan diresmikan oleh Bupati Temanggung Sardjono pada 18 Februari 2002 untuk menandai lokasi jatuhnya meteor di Dusun Wunut pada 11 Mei 2001.
Batu meteor seukuran kepalan tangan orang dewasa yang jatuh diteliti oleh Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta. Saat ini meteor tersebut disimpan di kantor bupati Temanggung.
Monumen meteorit tersebut telah menjadi tempat wisata sejarah dan edukasi. Sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat parkir, ruang salat, kamar mandi, serta tempat duduk di tengah taman juga sudah disiapkan.
Tempat ini buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Wisatawan tidak dikenai biaya sepeserpun untuk masuk area monumen meteorit Wonotirto.
Namun saat ini kunjungan wisatawan di monumen meteorit tersebut terlampau sepi.
"Kalau pada hari biasa pengunjung di sini sepi, mungkin sekitar 50 wisatawan per harinya itu pun tidak tentu, tapi biasanya digunakan sebagai tempat nongkrong anak-anak sekolah. Dan pada hari Sabtu dan Minggu biasanya digunakan untuk tempat kegiatan olahraga, baik sekolah di sekitar sini ataupun pegawai dari rumah sakit Ngesti Waluyo," ujar Zum Rodhatun, seorang petani yang setiap harinya berladang di samping monumen.
Menurutnya kunjungan yang sepi tersebut juga imbas dari adanya pandemi Covid-19. "Untuk kegiatan wisata pendidikan saat ini sangat jarang adanya, kalau ada biasanya saat libur semester anak sekolah itu, dan belum ramai seperti dulu," tambahnya. (mg11/ton) Editor : Agus AP