Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Kondisi 10.218 Hektare Lahan di Temanggung Kritis

Agus AP • Senin, 19 Desember 2022 | 16:27 WIB
Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) saat menenam pohon di Pemandian Mulyo, Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Minggu (18/12). (Istimewa)
Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) saat menenam pohon di Pemandian Mulyo, Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Minggu (18/12). (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Jumlah lahan kritis di Kabupaten Temanggung masih besar. Butuh perhatian berbagai pihak untuk menjaga agar lahan ini tidak memicu bencana alam.

“Sekarang lahan kritis di Temanggung sudah mencapai 10.218 hektare, selain itu banyak mata air yang kering. Oleh sebab itu, kami dan masyarakat perlu untuk terus melakukan gerakan konservasi tanah dan air. Agar ke depan, air di Temanggung tetap melimpah,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Hendra Sumaryana saat acara Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan di Pemandian Mulyo, Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Minggu (18/12).

Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan ini diikuti Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bulu. Kegiatannya antara lain apel dan penanaman pohon. Penanaman pohon oleh KPNU terkait konservasi tanah dan air berkelanjutan ini diawali dengan kirab pohon Tabebuya dari kantor Kecamatan Bulu. Camat Bulu beserta jajarannya mengikuti kirab ini bersama Forkopimcam Bulu beserta Ansor dan Banser. (din/ton) Editor : Agus AP
#lahan kritis #Kabupaten Temanggung