Seluruh warga mengenakan pakaian tradisional adat Jawa saat menggelar kirab. Empat tumpeng robyong dan sebuah kendi berisi air suci yang diambil dari mata air Sendang Candi diarak mengelilingi dusun dan dibawa menuju komplek makam Kyai Joko Nolo untuk didoakan. Setelah arak-arakan tumpeng, mereka menggelar tahlil serta doa bersama.
Ketua panitia acara Rofiq Zaenudin menuturkan, malam sebelum digelar kirab, warga terlebih dahulu menggelar prosesi pengambilan air dari sumber mata air Sendang Candi.
Kabag Kesra dan Bina Mental Setda Kabupaten Temanggung Herman Santoso menyampaikan pesan Bupati Temanggung agar warga senantiasa menjaga adat, tradisi, dan budaya adi luhung yang terdapat di Dusun Tanggung.
Pemangku budaya dan sejarah Kabupaten Temanggung Sutopo menambahkan, warisan adat, budaya, dan tradisi harus senantiasa dirawat sebaik mungkin. Apalagi, pihaknya melihat bahwa di sekitar makam Kiai Joko Nolo banyak terdapat artefak-artefak kuno yang diduga merupakan kepingan komplek candi. (din/lis) Editor : Agus AP