Kartu Pintar di jalur pendakian Gunung Sumbing via Bimawari ini berfungsi sebagai perekam data karena di dalamnya berisi manifestasi informasi tentang para pendaki sebagai pengganti e-KTP.
Kartu ini adalah salah satu inovasi berbasis digital yang merekam seluruh data hingga aktifitas para pendaki secara elektronik. Berbagai aktifitas bidang industri harus mulai berinovasi dan berkreasi agar mempermudah beragam kegiatan manusia. Termasuk di dunia pendakian gunung.
Pendamping Basecamp Bimawari Andironicus, 43, menuturkan, kartu ini tidak berbeda jauh dengan beragam kartu pintar terbitan pemerintah. Menurutnya, selama ini pendaki yang hendak naik gunung menitipkan e-KTP di petugas basecamp. Padahal hal tersebut sebenarnya tidak boleh karena e-KTP sifatnya harus melekat pada masing-masing personal.
“Jadi, kami menerbitkan Kartu Pintar Pendaki ini untuk merekam data diri para pendaki, khususnya jalur Gunung Sumbing via basecamp Bimawari Desa Wonosari,” jelasnya Senin (1/8).
Mekanisme kerja kartu ini, para pendaki terlebih dahulu melakukan booking secara online melalui aplikasi. Data yang mereka kirim akan terekam di sistem Kartu Pintar Pendaki. Isinya antara lain adalah nama, alamat, tergabung dalam rombongan apa, jalur pendakian mana yang ditempuh, hingga kapan pendakian akan dilakukan.
Selain memudahkan pendataan, pihak keluarga pendaki juga dapat sewaktu-waktu melakukan pengecekan secara komperhensif sejak mulai naik hingga turun gunung.
Pengelola Basecamp Bimawari Nardi menambahkan, saat ini pihaknya baru mencetak 20 pak Kartu Pintar Pendaki. Satu kartu dapat digunakan untuk satu rombongan. Kartu ini juga sangat membantu proses pemantauan rombongan pendaki karena terdapat proses pemindaian di Pos Anggrek sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Sumbing.
Salah satu pendaki asal Magelang yang tergabung dalam komunitas bernama Pendaki Nafas Tua (Penat) Supriyanto, 47, mengaku bahwa Kartu Pintar Pendaki ini adalah sebuah terobosan yang baru pertama kali dijumpai dan sangat bermanfaat bagi setiap rombongan yang hendak melakukan pendakian.
“Kita bisa mengetahui secara lengkap data pendaki sejak mulai naik hingga turun gunung. Sepertinya baru kali ini kami menjumpai inovasi cerdas seperti ini,” katanya. (din/ton) Editor : Agus AP