RADARSEMARANG.ID - Omegle situs obrolan video online yang sempat booming di era 2010an resmi menutup layanan setelah 14 tahun beroperasi.
Situs yang populer dalam penggunaanya memasangkan orang asing dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi melalui obrolan video secara acak.
Dalam pernyataan resmi pemilik perusahaan, Leif K-Brooks menerangkan penutupan situs legendaris ini tidak jauh dari masalah finansial perusahaan yang muncul akhir-akhir ini.
Biaya operasional yang meliputi mitigasi penyalahgunaan platform yang sangat besar sehingga tidak mampu melanjutkan untuk mengelola Omegle.
"Tidak ada penjelasan yang jujur mengenai Omegle tanpa mengakui bahwa beberapa orang telah menyalahgunakannya, termasuk untuk melakukan kejahatan yang sangat keji," kata Bos Omegle, Kamis (9/11),
Omegle seringkali disalahgunakan untuk tindakan diluar ketentuan seperti kejahatan dan tindak kriminal yang merugikan perusahaan.
Dalam pernyataannya, K-Brooks juga mengenang awal mula pendirian Omegle pada usia 18 tahun, ia mengatakan sudah berjuang melakukan modernisasi dan berterima kasih kepada para pengguna yang sudah menanamkan hal-hal positif.
Pada masa jayanya, Omegle dimanfaatkan untuk mengobrol dengan orang lain secara random dari berbagai belahan dunia.
Untuk menggunakannya, Pengguna tidak perlu memasukkan data pribadi seperti nomor telepon, email, dan sebagainya.
Namun karena kemudahan tersebut, situs ini sering menjadi tempat melakukan konten yang tidak pantas dan sering disalahgunakan.
Hal tersebut menjadi isu keamanan bagi penggunanya, dimana pengguna merasa was-was saat bertemu orang yang tidak bertanggung jawab.
Karena masalah keamanan tersebut, Omegle masuk daftar internet positif di Indonesia hingga penutupannya saat ini tidak bisa diakses secara bebas.
Editor : Agus AP