RADARSEMARANG.ID, Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, mengeluarkan peringatan serius tentang bahaya kecerdasan buatan (AI) superintelligent yang dapat mengancam keberlangsungan umat manusia.
Menurutnya, AI superintelligent dapat muncul lebih cepat dari yang diperkirakan dan memerlukan regulasi yang kuat untuk mencegah bencana.
Buterin menyarankan tiga strategi untuk mengurangi risiko AI:
Strategi Pengendalian
1. Aturan Tanggung Jawab: Membuat pengguna AI bertanggung jawab atas tindakan mereka.
2. Tombol "Soft Pause": Menerapkan jeda pada kemajuan AI berbahaya dengan mengurangi komputasi global hingga 90-99% selama 1-2 tahun.
3. Kontrol Perangkat Keras: Mengendalikan perangkat keras AI dengan chip yang memerlukan tiga tanda tangan dari badan internasional.
Buterin juga menekankan pentingnya sistem AI terdesentralisasi yang terikat pada pengambilan keputusan manusia untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan, terutama oleh militer.
Baca Juga: Solusi Cerdas untuk Hidup Lebih Baik: Rekomendasi Produk AIoT Xiaomi Payday Mega Sale
Tantangan dan Solusi
Meskipun strategi ini memiliki kelemahan, Buterin percaya bahwa ini merupakan langkah awal untuk menghindari bencana.
Ia menyerukan percepatan defensif untuk melindungi umat manusia dari ancaman AI.
Vitalik Buterin, Pencipta Ethereum dan Visioner Teknologi
Vitalik Buterin adalah seorang pengembang perangkat lunak, pengusaha, dan penulis Rusia-Kanada yang terkenal sebagai co-founder dan kepala arsitek platform Ethereum.
Lahir pada 31 Januari 1994 di Kolomna, Rusia, Buterin mulai menunjukkan minatnya dalam matematika dan ilmu komputer sejak usia dini.
Buterin pindah ke Kanada bersama keluarganya pada usia enam tahun. Ia bersekolah di Abelard School di Toronto dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Waterloo.
Namun, ia keluar dari universitas untuk fokus pada pengembangan Ethereum.
Buterin memulai karirnya di dunia kripto pada 2011 dengan menulis artikel tentang Bitcoin di Bitcoin Magazine. Pada 2013, ia menerbitkan makalah tentang konsep Ethereum, yang kemudian menjadi platform terbesar kedua dalam ekosistem kripto.
Pada 2014, Buterin bersama Gavin Wood, Charles Hoskinson, dan Anthony Di Iorio mendirikan Ethereum.
Platform ini memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar.
Prestasi Vitalik
Buterin telah menerima beberapa penghargaan, antara lain:
1. Penghargaan Thiel Fellowship (2014) senilai $100.000.
2. Penghargaan World Technology Award (2014) dalam kategori "Software".
3. Penghargaan Fortune 40 Under 40 (2016).
4. Penghargaan Forbes 30 Under 30 (2018).
Kepribadian dan Filosofi
Buterin dikenal sebagai orang yang rendah hati dan fokus pada pekerjaannya. Ia memiliki visi untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan terdesentralisasi melalui teknologi blockchain.
Karya Tulis
Buterin telah menulis beberapa artikel dan makalah tentang teknologi blockchain, antara lain:
1. "Ethereum: A Next-Generation Smart Contract and Decentralized Application Platform" (2013).
2. "On Public and Private Blockchains" (2015).
Kehidupan Pribadi
Buterin tinggal di Singapura dan aktif dalam komunitas kripto.
Ia juga dikenal sebagai seorang yang suka bermain chess dan membaca buku tentang sejarah dan filsafat.
Editor : Tasropi