Dari US$13 Miliar Jadi US$105 Miliar, Begini Perjalanan Kekayaan Pendiri TikTok, Zhang Yiming

Sulistiono • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB
Hanya butuh waktu tujuh tahun, pendiri TikTok, Zhang Yiming mencatatkan lonjakan kekayaan dari US$ 13 menjadi US$105 atau sebesar Rp 1.600 Triliun. (Foto:Reuters)
Hanya butuh waktu tujuh tahun, pendiri TikTok, Zhang Yiming mencatatkan lonjakan kekayaan dari US$ 13 menjadi US$105 atau sebesar Rp 1.600 Triliun. (Foto:Reuters)

 

RADARSEMARANG.ID - Dari US$13 miliar menjadi US$105 miliar. Dalam tujuh tahun, kekayaan Zhang Yiming melonjak lebih dari delapan kali lipat. Apa yang membuat pendiri ByteDance dan TikTok ini bisa mengalami lonjakan kekayaan sebesar itu?.

Kini, pada September 2026, estimasi kekayaannya telah menembus US$105 atau setara Rp 1.600 Triliun. Bloomberg Billionaires Index mencatat angka sekitar US$105,5 miliar, membuat Zhang Yiming berada di posisi teratas daftar orang terkaya Asia pada pembaruan pertengahan September 2026.

Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar sekitar Rp17.850 per dolar AS seperti yang digunakan dalam laporan detikINET, angka tersebut setara dengan sekitar Rp1.600 triliun. Nilai rupiah tentu dapat berubah mengikuti kurs.

Yang menarik, kekayaan Zhang bukan sekadar meningkat sedikit demi sedikit. Dari US$13 miliar menjadi lebih dari US$105 miliar, hartanya bertambah sekitar US$92,5 miliar, atau lebih dari delapan kali lipat.

Baca Juga: Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp 1.600 Triliun!

2019: Kekayaan Zhang Yiming Baru US$13 Miliar

Perjalanan dalam daftar miliarder Bloomberg dimulai pada Maret 2019. Saat itu, kekayaan Zhang Yiming diperkirakan sekitar US$13 miliar. Angka tersebut sudah menempatkannya sebagai salah satu pengusaha teknologi kaya dunia, tetapi jaraknya dengan posisi puncak daftar miliarder Asia masih sangat jauh.

Pada periode tersebut, ByteDance sudah berkembang pesat setelah membangun platform seperti Toutiao dan Douyin. Douyin kemudian berkembang ke pasar internasional dengan nama TikTok.

Bloomberg kemudian menjadikan kepemilikan Zhang di ByteDance sebagai salah satu dasar perhitungan kekayaannya.

2020–2021: TikTok Makin Mendunia

Periode berikutnya menjadi fase penting bagi ByteDance. TikTok berkembang menjadi salah satu platform video pendek terbesar di dunia. Popularitas aplikasi tersebut membuat nama ByteDance semakin dikenal secara global.

Pertumbuhan bisnis ini ikut memperkuat nilai perusahaan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap estimasi kekayaan Zhang sebagai salah satu pendirinya.

Namun, nilai kekayaan miliarder tidak sama dengan uang tunai yang tersedia. Sebagian besar kekayaan Zhang berasal dari nilai kepemilikannya terhadap ByteDance.

2022–2024: Valuasi ByteDance Jadi Faktor Penting

Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan ByteDance semakin kompleks. Perusahaan tersebut tidak hanya mengandalkan bisnis video pendek, tetapi juga mengembangkan e-commerce, layanan digital, gaming, serta teknologi kecerdasan buatan.

Pada saat yang sama, perhitungan kekayaan Zhang juga menghadapi faktor risiko terkait bisnis TikTok di Amerika Serikat.

Bloomberg sebelumnya menerapkan risk discount 25 persen terhadap valuasi ByteDance setelah perkembangan regulasi di AS pada 2024. Diskon tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi estimasi kekayaan Zhang.

Baca Juga: Bocoran Jadwal Pencairan BLT Digital untuk 50 Juta Warga Miskin. Simak Syaratnya, Cara Daftar Agen Perlinsos

2025: Zhang Yiming Mulai Menjadi Orang Terkaya di China

Perjalanan Zhang kemudian memasuki fase baru. Bloomberg mencatat Zhang Yiming sempat menjadi orang terkaya di China pada 2025, meski posisinya kemudian berubah sebelum kembali naik pada 2026.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa posisi miliarder dapat bergerak cukup cepat, terutama ketika sebagian besar kekayaan berasal dari kepemilikan perusahaan yang valuasinya terus berubah.

Juni 2026: Kekayaan Tembus US$92,8 Miliar

Lompatan besar terjadi pada pertengahan 2026. Pada Juni 2026, Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Zhang Yiming sekitar US$92,8 miliar.

Angka tersebut membuat Zhang melewati Mukesh Ambani dan menjadi orang terkaya kedua di Asia pada saat itu. Kekayaannya disebut telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan ketika Bloomberg mulai melacaknya pada 2019.

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah meningkatnya valuasi ByteDance dan perkembangan bisnis AI perusahaan.

Produk seperti Doubao, chatbot AI ByteDance, ikut menjadi perhatian investor. Pada saat itu Doubao disebut telah memiliki lebih dari 300 juta pengguna bulanan dan menjadi salah satu aplikasi AI paling populer di China.

September 2026: Menembus US$105 Miliar

Lonjakan paling besar terjadi pada September 2026. Bloomberg memperkirakan kekayaan Zhang telah melewati US$105 miliar dan kemudian mencapai sekitar US$105,5 miliar pada pertengahan September.

Dalam periode tersebut, kekayaannya bertambah lebih dari US$12 miliar hanya dalam satu bulan, menurut laporan yang mengutip perhitungan Bloomberg.

Bloomberg juga mencatat kenaikan kekayaan Zhang sepanjang 2026 mencapai sekitar US$40,3 miliar pada pembaruan 20 September.

Kenaikan tersebut membuat Zhang melewati Gautam Adani dan menjadi orang terkaya di Asia dalam indeks Bloomberg pada pertengahan September.

Timeline Kekayaan Zhang Yiming 2019–2026

Berikut gambaran perjalanan kekayaan Zhang berdasarkan angka yang tersedia dari Bloomberg dan laporan yang mengutip indeks tersebut:

Periode|       Estimasi kekayaan|    Peristiwa penting 


Maret 2019 | US$13 miliar|                Bloomberg mulai melacak kekayaan Zhang
2020–2021  | Berfluktuasi|                 Pertumbuhan global TikTok dan ByteDance
2022–2024  | Berfluktuasi|                 Ekspansi bisnis dan perkembangan AI, disertai risiko regulasi TikTok
2025            | Berfluktuasi|                 Zhang sempat menjadi orang terkaya di China
Juni 2026    | US$92,8 miliar|              Menjadi orang terkaya kedua di Asia
September 2026| >US$105 miliar|    Menjadi orang terkaya di Asia
20 September 2026| US$105 miliar|  Bloomberg mencatat kenaikan sekitar US$40,3 miliar sepanjang 2026

Angka tersebut merupakan estimasi kekayaan, bukan saldo rekening. Khusus untuk perusahaan privat seperti ByteDance, perubahan valuasi dapat memberikan dampak besar terhadap perhitungan kekayaan pendirinya.

Apa yang Membuat Kekayaan Zhang Naik Drastis? Ada beberapa faktor utama di balik lonjakan tersebut.

 

1. Pertumbuhan ByteDance

ByteDance berkembang dari perusahaan teknologi yang awalnya dikenal melalui agregator berita Toutiao menjadi perusahaan internet dengan berbagai lini bisnis.

Selain TikTok dan Douyin, ByteDance memiliki bisnis yang mencakup e-commerce, gaming, pendidikan dan layanan digital lainnya.

2. TikTok Menjadi Platform Global

TikTok menjadi salah satu aset paling dikenal dari ekosistem ByteDance. Pertumbuhan pengguna dan bisnis iklan serta perdagangan elektronik di sekitar platform tersebut membantu memperkuat posisi ByteDance di industri teknologi global.

3. Perkembangan AI

Faktor lain yang semakin penting adalah kecerdasan buatan. ByteDance mengembangkan produk AI seperti Doubao dan Seedance, sekaligus meningkatkan investasi perusahaan pada infrastruktur dan pengembangan teknologi AI.

Reuters menilai fokus perusahaan terhadap AI menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan valuasi ByteDance dan kekayaan Zhang.

4. Perubahan Valuasi Perusahaan Privat

Inilah bagian yang sering luput ketika melihat daftar orang terkaya.

ByteDance merupakan perusahaan privat sehingga nilai kepemilikannya tidak bergerak seperti saham perusahaan publik yang diperdagangkan setiap detik di bursa. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
ZhangYiming OrangTerkayaAsia PendiriTikTok miliarder tiktok