Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp 1.600 Triliun!

Sulistiono • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:55 WIB
Pendiri TikTok, Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia 2026, Kekayaannya tembus Rp1.600 Triliun. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton).
Pendiri TikTok, Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia 2026, Kekayaannya tembus Rp1.600 Triliun. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton).

 

RADARSEMARANG.ID - Siapa sangka aplikasi video pendek yang setiap hari digunakan ratusan orang ikut mengantarkan pendirinya ke puncak daftar orang terkaya di Asia.

Zhang Yiming, pendiri ByteDance yang merupakan perusahaan induk TikTok, kini tercatat sebagai orang terkaya di Asia dengan jumlah kekayaan mencapai US$105 miliar atau sekitar Rp 1.600 triliun. 

Dengan kekayaannya sebesar itu, Zhang Yiming juga tercatat di peringkat ke-18 orang terkaya di dunia dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Tryout TKA SMP Salatiga Tak Cari Juara, Sekolah Diminta Diagnostik Hasil 

Kekayaan Zhang Yiming Naik Lebih dari Delapan Kali Lipat


Lonjakan kekayaan Zhang Yiming menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam daftar miliarder dunia. Ketika Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada Maret 2019, Zhang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$13 miliar.

Kini nilainya telah menembus lebih dari US$105 miliar. Artinya, kekayaan Zhang meningkat sekitar delapan kali lipat dalam kurun waktu tujuh tahun.

Reuters juga mencatat bahwa kekayaan Zhang melonjak sekitar delapan kali sejak 2019, seiring meningkatnya valuasi ByteDance serta perkembangan bisnis perusahaan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan atau AI.

Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai estimasi kekayaan, bukan uang tunai yang seluruhnya berada di rekening pribadi Zhang.

Pasalnya, ByteDance merupakan perusahaan privat. Nilai kekayaan Zhang sangat berkaitan dengan nilai kepemilikannya di perusahaan tersebut sehingga dapat berubah mengikuti perkembangan valuasi ByteDance.

ByteDance dan TikTok Jadi Bagian Penting Kekayaan Zhang

Nama Zhang Yiming tidak dapat dipisahkan dari ByteDance. Perusahaan teknologi tersebut merupakan induk TikTok, platform video pendek yang berkembang pesat di berbagai negara.

ByteDance juga mengoperasikan Douyin di China serta mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan. Pertumbuhan TikTok membuat ByteDance berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia.

Besarnya ekosistem digital yang dibangun ByteDance kemudian menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatnya nilai perusahaan dan pada akhirnya memengaruhi estimasi kekayaan Zhang sebagai pendirinya.

Baca Juga: Anak Sekolah, Ini Jadwal Lengkap Libur Nasional-Cuti Bersama 2027

AI Mulai Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru ByteDance

Menariknya, sumber pertumbuhan ByteDance tidak lagi hanya berasal dari TikTok. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut semakin agresif mengembangkan teknologi artificial intelligence atau AI.

ByteDance mengembangkan berbagai produk AI, termasuk Doubao serta teknologi pembuatan video berbasis AI Seedance.

Perkembangan tersebut membuat ByteDance tidak hanya dikenal sebagai perusahaan di balik TikTok, tetapi juga sebagai salah satu pemain besar dalam persaingan teknologi AI.

Reuters melaporkan bahwa investasi ByteDance terhadap AI menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan nilai perusahaan dan kekayaan Zhang Yiming.

Kekayaan Zhang Bertambah Cepat pada 2026

 

Kenaikan kekayaan Zhang juga berlangsung sangat cepat sepanjang 2026.
Menurut laporan Fortune yang mengutip Bloomberg, kekayaan Zhang bahkan bertambah sekitar US$12 miliar dalam September 2026 setelah muncul pembaruan valuasi ByteDance dari sejumlah investor.

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan valuasi perusahaan privat dapat berdampak besar terhadap perhitungan kekayaan pendirinya.

Dengan kepemilikan Zhang yang diperkirakan berada di sekitar seperlima ByteDance, perubahan nilai perusahaan dalam jumlah besar dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap estimasi total kekayaannya.

Baca Juga: Pemilik Motor & Mobil di Jateng Bernapas Lega! Tunggakan Pajak Bertahun-tahun Kini Bisa Lunas Cuma Bayar Pokok

Dari US$13 Miliar Menjadi Lebih dari US$105 Miliar

Jika dibandingkan dengan posisi Zhang pada 2019, perubahannya sangat besar, berikut perubahannya: 

Maret 2019: sekitar US$13 miliar.

September 2026: lebih dari US$105 miliar.

Dengan demikian, kekayaannya bertambah sekitar US$92 miliar dalam periode tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya perubahan nilai perusahaan teknologi dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika bisnis digital mulai berkembang bersamaan dengan investasi besar-besaran di sektor AI.

Zhang Yiming Geser Gautam Adani

Kenaikan Zhang membuat posisi puncak daftar orang terkaya Asia berpindah tangan. Gautam Adani sebelumnya berada di posisi teratas, tetapi Zhang berhasil melewatinya setelah kekayaannya menembus lebih dari US$105 miliar.

Bloomberg mencatat bahwa peringkat miliarder dapat berubah setiap hari karena perhitungan kekayaan dipengaruhi harga saham, valuasi perusahaan privat, nilai kepemilikan dan perubahan aset.

 

Karena itu, posisi tersebut bukan sesuatu yang bersifat permanen. Perubahan valuasi ByteDance maupun aset milik miliarder lain dapat kembali mengubah susunan daftar.

Zhang Yiming dan Era Baru Kekayaan Teknologi

Kenaikan Zhang Yiming ke posisi teratas Asia juga memperlihatkan semakin besarnya peran perusahaan teknologi dalam menciptakan kekayaan. Jika sebelumnya daftar orang terkaya banyak didominasi pengusaha dari sektor energi, infrastruktur, manufaktur, komoditas dan ritel, perkembangan teknologi digital dan AI kini semakin berpengaruh terhadap peta kekayaan global.

Zhang membangun kekayaannya melalui perusahaan teknologi yang berawal dari pengembangan platform digital dan algoritma rekomendasi konten, kemudian berkembang ke berbagai sektor termasuk e-commerce, hiburan digital dan kecerdasan buatan.

Kini, pendiri ByteDance tersebut berada di jajaran teratas daftar miliarder dunia. Dengan kekayaan yang diperkirakan lebih dari US$105 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun, Zhang Yiming menjadi contoh bagaimana pertumbuhan perusahaan teknologi dan perkembangan AI dapat mengubah peta orang terkaya di Asia dalam waktu relatif singkat. (ai/Sulistiono)

 

Editor : Baskoro Septiadi
ZhangYiming ByteDance OrangTerkaya OrangTerkayaAsia tiktok