Jangan Asal Klik! Modus Penipuan Digital Makin Sering Menjebak Pengguna HP

Sulistiono • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:14 WIB
Ilustrasi: Waspada pesan chat mencurigakan yang mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan atau memberikan data pribadi. Jangan asal klik sebelum memastikan sumber dan kebenaran informasinya. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Waspada pesan chat mencurigakan yang mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan atau memberikan data pribadi. Jangan asal klik sebelum memastikan sumber dan kebenaran informasinya. (ai/Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID — Pengguna telepon seluler perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang memanfaatkan SMS, WhatsApp, panggilan telepon, hingga tautan palsu. 

Pelaku tidak selalu menggunakan cara yang terlihat mencurigakan. Sebaliknya, pesan penipuan sering dibuat menyerupai komunikasi resmi agar korban percaya dan segera mengikuti instruksi.

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah phishing, yakni upaya menipu seseorang agar memberikan informasi sensitif atau melakukan tindakan tertentu, seperti membuka tautan, mengisi data pribadi, atau mengunduh file. Pada perangkat HP, modus ini dapat muncul dalam bentuk smishing atau phishing melalui SMS. 

Kementerian Komunikasi dan Digital menjelaskan bahwa smishing memanfaatkan pesan singkat untuk mengelabui korban agar memberikan data pribadi atau mengakses tautan berbahaya.

Baca Juga: Uang Cepat Habis Padahal Jarang Belanja? 7 Kebiasaan Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Pesan Singkat Bisa Menjadi Awal Penipuan

Modus penipuan digital biasanya memanfaatkan situasi yang membuat korban panik, penasaran, atau tergiur.

Pesan dapat berisi pemberitahuan mengenai paket yang bermasalah, akun yang harus diverifikasi, transaksi mencurigakan, hadiah, tagihan, hingga informasi yang seolah-olah berasal dari lembaga resmi.

Tujuannya sederhana: membuat korban bertindak cepat sebelum sempat memeriksa kebenaran informasi. Sejumlah pola phishing juga menggunakan ancaman seperti akun akan diblokir atau menawarkan keuntungan yang terlalu menarik. 

Pesan kemudian mengarahkan pengguna ke situs yang menyerupai halaman resmi atau meminta informasi rahasia.

Kenali Modus Penipuan yang Menyasar Pengguna HP

1. Link palsu melalui SMS atau WhatsApp

Korban menerima pesan dengan tautan yang diklaim untuk mengecek paket, melakukan verifikasi akun, melihat dokumen, atau mendapatkan hadiah.

Jangan langsung mengeklik tautan tersebut. Periksa terlebih dahulu sumber pesan dan alamat situs yang dituju.

2. Akun disebut akan diblokir

Pelaku memanfaatkan rasa takut dengan mengatakan rekening, nomor telepon, atau akun digital korban akan segera dinonaktifkan.

Pesan biasanya disertai batas waktu atau instruksi yang mendesak.

3. Modus paket atau dokumen

Pesan dapat mengatasnamakan jasa pengiriman dan meminta penerima membuka tautan untuk melihat resi atau memperbarui informasi pengiriman.

Modus serupa juga dapat menggunakan kedok undangan, dokumen, atau pemberitahuan lainnya.

4. Meminta kode OTP

Kode OTP, PIN, password, dan informasi keamanan lainnya merupakan data sensitif. 
Pengguna sebaiknya tidak memberikan informasi tersebut kepada orang lain, termasuk kepada seseorang yang mengaku sebagai petugas layanan.

5. Penipuan melalui telepon

Selain SMS dan pesan instan, penipu dapat menghubungi korban secara langsung.

Modus ini dikenal sebagai vishing (voice phishing). Pelaku dapat mengaku sebagai petugas bank, customer service, instansi pemerintah, kurir, atau pihak lain yang dipercaya. 


Pemerintah daerah melalui kanal edukasi digital juga memperingatkan bahwa vishing dapat digunakan untuk memperoleh data pribadi, OTP, PIN, password, hingga akses ke perangkat.


Mengapa Pesan Penipuan Terlihat Meyakinkan?


Pelaku tidak selalu mengandalkan teknologi canggih. Salah satu senjata utama mereka adalah social engineering, yaitu memanipulasi psikologis korban agar mengambil keputusan sesuai keinginan pelaku.

Rasa panik, takut kehilangan akses, rasa penasaran, dan keinginan mendapatkan keuntungan dapat dimanfaatkan untuk membuat seseorang mengabaikan tanda-tanda bahaya.

Perkembangan teknologi juga membuat komunikasi palsu semakin mudah dibuat. 


Bahkan modus vishing kini dapat memanfaatkan teknologi seperti pemalsuan nomor telepon dan peniruan suara sehingga korban semakin sulit membedakan panggilan asli dan palsu.


Ciri-Ciri Pesan yang Patut Dicurigai


Jangan buru-buru mengeklik jika sebuah pesan memiliki beberapa tanda berikut:

1.Meminta pengguna mengeklik tautan secara mendesak.
2.Mengancam akun atau layanan akan segera diblokir.
3.Menawarkan hadiah atau keuntungan yang tidak masuk akal.
4.Meminta OTP, PIN, password, atau data perbankan.
5.Mengarahkan pengguna ke alamat website yang tidak dikenal.
6.Meminta pengguna mengunduh file atau aplikasi yang tidak jelas sumbernya.
7.Mengaku sebagai pihak resmi tetapi menggunakan nomor atau kanal 8, 8.Komunikasi yang mencurigakan.


Satu tanda saja belum tentu membuktikan sebuah pesan merupakan penipuan.  Namun, semakin banyak tanda tersebut muncul bersamaan, semakin besar alasan untuk berhenti dan melakukan verifikasi.

Jangan Asal Klik, Lakukan Ini

Baca Juga: Contoh 30+ Soal CAT Petugas Haji 2027 dan Kunci Jawaban, Bahan Latihan Seleksi PPIH Kemenhaj

Jika menerima pesan mencurigakan, jangan langsung mengikuti instruksi yang diberikan.

Pertama, berhenti sejenak. Jangan membiarkan pesan yang mendesak membuat Anda mengambil keputusan secara spontan.

Kedua, periksa sumbernya. Jika pesan mengatasnamakan bank, marketplace, perusahaan, atau instansi, cari informasi melalui aplikasi dan situs resminya, bukan melalui tautan yang dikirimkan dalam pesan.

Ketiga, jangan berikan informasi rahasia. OTP, PIN, password, dan kode keamanan tidak boleh diberikan kepada pihak yang menghubungi Anda secara tidak terduga.

Keempat, periksa alamat tautan. Tampilan website yang menyerupai halaman resmi tidak cukup untuk membuktikan bahwa situs tersebut benar-benar resmi.

Kelima, hapus atau laporkan pesan mencurigakan. Jangan meneruskan pesan tersebut kepada orang lain karena dapat memperluas penyebaran modus penipuan.

Jika Sudah Terlanjur Klik, Jangan Panik


Bagaimana jika tautan sudah terlanjur dibuka? Jangan langsung panik. Segera tutup halaman tersebut dan jangan memasukkan data pribadi, password, PIN, atau kode OTP.

Jika sudah memasukkan kredensial akun, segera ubah password dari kanal resmi. Untuk layanan keuangan, hubungi penyedia layanan melalui kontak resmi dan pantau aktivitas transaksi.

Jika korban sudah memberikan informasi sensitif atau mengalami kerugian, simpan bukti seperti nomor pengirim, isi percakapan, tautan, bukti transaksi, dan tangkapan layar untuk kebutuhan pelaporan.

Keamanan Digital Dimulai dari Kebiasaan Sederhana


Penipuan digital dapat berubah mengikuti kebiasaan masyarakat dan perkembangan teknologi. Karena itu, tidak ada satu cara yang dapat menjamin seseorang terbebas dari seluruh modus penipuan.

Namun, kebiasaan sederhana seperti tidak asal klik, memeriksa sumber informasi, dan tidak memberikan kode keamanan kepada orang lain dapat mengurangi risiko menjadi korban.

Pada akhirnya, pesan yang terlihat mendesak tidak harus langsung dijawab. Berhenti-Periksa-Verifikasi-Baru bertindak.

Sebab, dalam dunia digital, satu klik yang dilakukan tanpa pemeriksaan bisa menjadi awal dari masalah yang jauh lebih besar. (sls) 

Editor : Baskoro Septiadi
PenipuanDigital WaspadaPenipuan KeamananDigital JanganAsalKlik Scam