RADARSEMARANG.ID, Mau punya saham Coca-Cola tapi nggak punya $87,57 untuk 1 lembar?
Sekarang ada solusinya: KOon. Token saham Coca-Cola yang diterbitkan Ondo Finance lewat platform Ondo Global Market.
Baca Juga: 10 Token RWA Terpopuler 2026: Dari Saham SpaceX sampai GameStop Bisa Dibeli Pakai Kripto
Nilainya ngikutin harga saham KO di bursa New York, tapi kamu bisa beli mulai Rp5.000-Rp11.000 di exchange kripto Indonesia.
Yang unik: dividennya nggak dikirim ke rekening, tapi langsung diinvestasikan ulang ke dalam token.
Tapi hati-hati, KOon bukan saham asli. Ini tokenisasi saham. Apa bedanya?
Simak penjelasan lengkapnya.
Baca Juga: Apa Itu Token Saham GE? Panduan Beli GE Aerospace & Vernova di Blockchain 2026
Apa Itu Token KOon?
KOon adalah token digital yang diterbitkan oleh *Ondo Finance* melalui *Ondo Global Markets*.
Cara kerjanya sederhana:
1. Nilainya ngikutin saham Coca-Cola:
Harga KOon naik-turun mengikuti harga saham KO di NYSE, ditambah dividen yang diinvestasikan ulang.
2. Ada jaminannya: Setiap 1 KOon dijamin 1 saham Coca-Cola asli.
Saham itu disimpan di *custodial broker-dealer terdaftar di AS*.
Ada agen keamanan pihak ketiga yang pegang hak jaminan prioritas pertama.
3. Jalan di 3 Blockchain:
Token KOon hidup di Ethereum, Solana, dan BNB Chain.
Jadi kamu dapat "rasa" punya saham Coca-Cola tanpa buka rekening sekuritas AS.
Baca Juga: Perluas Investasi Pasar Modal ke Masyarakat, BRI Jalin Kerja Sama dengan Mirae Asset Sekuritas
Perbedaan KOon vs Saham Coca-Cola Asli
Saham KO adalah saham biasa Coca-Cola yang diperdagangkan di bursa NYSE.
Dengan membeli saham ini, kamu jadi pemegang saham resmi yang punya hak suara. Kepemilikannya langsung atas namamu.
Dividen dari Coca-Cola sebesar $2,12 per saham per tahun atau setara dividend yield 2,42% per 13 Agustus 2026 akan dibayarkan tunai 4 kali setahun, dengan ex-dividend berikutnya pada 15 September 2026.
Namun jam perdagangannya terbatas pada jam bursa New York di hari kerja, dan kamu butuh rekening sekuritas serta modal minimal 1 lembar penuh sekitar $87,57.
Sementara itu, KOon Tokenized Stock bukan saham beneran. Bentuknya adalah token digital yang berjalan di jaringan Ethereum, Solana, dan BNB Chain lewat aplikasi exchange.
Baca Juga: Perkuat Jaringan Global, Agung Putra University (APU) Jajaki Kerja Sama dengan Nara Institute Jepang
Kamu tidak punya hak suara karena KOon ini hanya dijamin oleh saham KO asli yang disimpan di custodial broker-dealer AS.
Keuntungannya, kamu bisa mulai investasi dari Rp11.000 dan asetnya masuk langsung ke dompet crypto.
Jam perdagangannya juga lebih fleksibel: proses mint dan redeem Ondo bisa 24 jam, 5 hari seminggu. Untuk dividen, tidak akan masuk ke saldo rupiah kamu.
Dividen $2,12 itu otomatis diinvestasikan ulang ke nilai token KOon setelah dipotong pajak.
4 Risiko KOon yang Wajib Kamu Tahu
Tokenized stock bukan tanpa risiko.
Ini 3 risiko utama dari saham Coca-Cola + 1 risiko crypto:
1. Risiko Bisnis Coca-Cola
Perusahaan minuman manis ini kena tekanan aturan gula dan pajak. Pendapatan 2025 hanya naik 2% dan volume penjualan rata. Kuat di 2026 belum tentu kuat terus.
2. Risiko Sengketa Pajak $14 Miliar
Ini risiko paling besar. Coca-Cola sedang banding soal pajak transfer pricing 2007-2009. Pengadilan sudah putus tambahan pajak $2,7 miliar. Coca-Cola sudah setor $6,0 miliar termasuk bunga.
Potensi tambahan kewajiban untuk 2010-2025: sekitar $14 miliar. Kalau kalah banding, dampaknya bisa material ke keuangan Coca-Cola. Sidang banding digelar 25 Juni 2026 dan belum ada putusan per 13 Agustus 2026.
Baca Juga: Terdorong Sentimen Kinerja Kredit Mikro dan UMi, Saham BBRI Kembali Sentuh All Time High
3. Risiko Sentimen Pasar & Kurs
Kenaikan 24,5% di 2026 banyak karena rotasi ke saham defensif, bukan kinerja murni. Selain itu KO dapat pendapatan dari banyak mata uang. Penguatan dolar AS bisa tekan laba. Panduan perusahaan: EPS tumbuh 9-10%, tapi netral kurs cuma 7-8%.
4. Risiko Regulasi Crypto di Indonesia
Pengawasan crypto termasuk tokenized stock sudah pindah ke *OJK sejak Januari 2025*.
Pajak: PMK 50/2025 berlaku 1 Agustus 2025. Beli crypto bebas PPN.
Jual di bursa dalam negeri kena PPh Final 0,21% dari nilai bruto penjualan.
KOon Cocok untuk Siapa?
KOon cocok untuk:
Investor crypto yang mau portofolionya lebih "tenang". Saham Coca-Cola punya beta 5 tahun 0,34 jadi bisa jadi penyeimbang portofolio. Modal kecil Rp11.000 bikin kamu bisa coba tanpa komitmen besar.
Baca Juga: Cocok untuk Armada Kerja dan Keluarga, Ini Daftar Mobil Bekas yang Terkenal Over-Engineered
KOon TIDAK cocok untuk:
1. Kamu yang cari dividen tunai masuk rekening. Di KOon dividennya di-reinvestasi otomatis.
2. Kamu yang mau hak suara RUPS. KOon tidak memberikan itu.
Per 193 Agustus 2026, harga KOon ada sekitar 4% di bawah rekor tertinggi, dengan P/E 26,06 vs PepsiCo 18,18. Untuk DCA jangka panjang oke.
Untuk beli besar sekali, mungkin bisa tunggu area support *$82 - $83*.
Intinya: KOon = "rasa saham US" di dompet crypto. Bukan saham beneran.(tas)
Editor : Tasropi