Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

3 Microstock Ini Haramkan Karya AI, Kontributor Nekat Bisa Banned Permanen

Lutfi Hanafi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 00:27 WIB

 

Ilustrasi akun Shutterstock yang kena banned, karen melanggar aturan
Ilustrasi akun Shutterstock yang kena banned, karen melanggar aturan

RADARSEMARANG.ID Dunia microstock global tengah bergejolak. Sejumlah kontributor dilaporkan mengalami banned sementara hingga permanen, setelah nekat mengunggah konten hasil kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke platform yang secara tegas melarangnya.

Tiga nama besar microstock—Shutterstock, Getty Images/iStock, dan Depositphotos—disebut menjadi yang paling keras menerapkan kebijakan ini.

 Baca Juga: Apa Itu Data Licensing Shutterstock? Foto Gagal Kurasi Tetap Cuan

Larangan tersebut bukan isapan jempol. Sejak beberapa tahun terakhir, ketiga platform microstock ini secara eksplisit mengharamkan submission karya AI generatif, khususnya yang dibuat menggunakan alat pihak ketiga seperti Midjourney, Stable Diffusion, DALL-E, hingga Firefly. Kontributor yang melanggar tak hanya berisiko karyanya ditolak, tetapi juga kehilangan akun dan penghasilan.

Kebijakan ini sudah lama diberlakukan, namun masih banyak kontributor yang mencoba “iseng” menguji sistem.

 Baca Juga: Contributor Fund Shutterstock, Foto Tak Laku Tetap Dibayar

Awalnya cuma reject biasa. Lama-lama muncul email peringatan pelanggaran. Bahkan ada yang langsung kena banned dan tidak bisa submit lagi selama beberapa waktu.

Baik Shutterstock maupun Getty Images lebih mendorong kontributor mengunggah karya orisinal hasil kamera atau ponsel, terlepas dari kualitas artistiknya.

Pasalnya, dalam ekosistem microstock saat ini, kuantitas dan keberagaman stok justru menjadi nilai penting.

Bahkan, foto yang tidak masuk kategori penjualan reguler masih berpeluang masuk ke skema Data Licensing, yang dimanfaatkan platform untuk pengembangan teknologi AI internal mereka sendiri.

Getty Images secara resmi melarang unggahan gambar AI sejak 2022. CEO Getty Images, Craig Peters, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk melindungi pelanggan dari risiko hukum, terutama terkait hak cipta, data biometrik, dan kepemilikan karya.

Shutterstock sempat membatasi pencarian konten AI sebelum akhirnya mengembangkan tool AI internal bekerja sama dengan OpenAI dan LG. Namun hingga kini, mereka tetap melarang kontributor mengunggah karya AI eksternal. 

Beberapa alasan utama pelarangan tersebut antara lain, Masalah hak cipta, karena model AI dilatih dari database karya berlisensi. Ketidakjelasan legalitas, sebab banyak negara belum mengatur kepemilikan karya AI. Menjaga orisinalitas, agar marketplace tetap diisi karya manusia, bukan hasil algoritma semata.

Selain dua raksasa tersebut, Depositphotos juga dilaporkan menolak konten AI generatif. Berdasarkan laporan komunitas microstock, platform ini tidak menerima submission AI dan memberikan peringatan keras kepada kontributor yang melanggar.

Kontributor yang tetap nekat mengunggah konten AI ke microstock yang melarangnya menghadapi risiko serius: banned permanen, pemutusan kontrak, hingga hangusnya pendapatan. Dalam kasus tertentu, pelanggaran hak cipta juga dapat berujung pada masalah hukum. 

Situasi ini diperkirakan semakin ketat setelah merger Shutterstock dan Getty Images senilai 3,7 miliar dolar AS pada Januari 2025, yang diyakini memperkuat kontrol dan regulasi konten di industri microstock global. 

Di tengah pesatnya perkembangan AI, platform microstock berusaha menyeimbangkan inovasi dan perlindungan hak cipta. Bagi kontributor, memahami aturan menjadi kunci bertahan.

Hal ini dibenarkan banyak contributor, dari berbagai forum Microstock di Facebook, bahkan banyak yang mengeluh Foto asli jepretan kamera maupaun HP saja masih ketolak.

Karena dibilang hasil Ai dan usut punya sut, hal ini dikarenakan, selain hasil fotonya aneh. Ada eberapa yang juga terlalu ekstrim edit, dan file yang disubmit adalah hasil edit. Bukan file asli jepretan kamera, yang mengandung meta data.

Kalau ingin jualan produk Ai, masih ada alternatif di Microstock seperti Adobestock, Vectezy, Dremstime, 123RF atau Freepik.(han)

Editor : Baskoro Septiadi
#Data Licensing #Getty Images #openai #LG #Artificial Intelligence #Banned #Depositphotos #approved #microstocker #Adobe Stock #Shutterstock Contributor #ai #Shutterstock #Microstock